Topic
Home / Berita / Nasional / KAMMI Minta Menhub Tinjau Izin Lion Air

KAMMI Minta Menhub Tinjau Izin Lion Air

Lion Air. (kompas.com)
Lion Air. (kompas.com)

dakwatuna.com – Pekanbaru. Keterlambatan pemberangkatan (delay) pesawat terbang Lion Air rute Jakarta-Pekanbaru di Bandara Intenasional Soekarno-Hatta, Rabu (18/2/2015), mengundang reaksi keras dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Tak hanya delay hingga berjam-jam , proses pemberian kompensasi atas delay itu juga dinilai amat berbelit-belit.

Menanggapi hal tersebut, KAMMI mendesak Menteri Perhubungan (Menhub) meninjau izin usaha Lion Air.

“Khususnya pada kasus delay kemarin, KAMMI merasa amat dirugikan lantaran berbarengan dengan momen pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas, red) di Pekanbaru, Riau,” kata Ardhi Rahman.

Lebih dari itu, tambah Ardhi, kejadian delay kemarin menimpa banyak penerbangan. Beberapa jadwal yang diketahui mengalami delay adalah dari dan tujuan wilayah Sumatera, seperti Pekanbaru, Padang, Medan, Tanjungpinang, dan sebagainya. Bahkan penerbangan Lion Air asal dan tujuan di luar Sumatera juga tak luput dari delay.

Terkait kompensasi delay, Ardhi menyebut bahwa itu adalah kewajiban pihak maskapai penerbangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77/ 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara.

“Dalam Permen itu, disebutkan bahwa pihak maskapai harus membayar ganti rugi Rp. 300.000,00 per penumpang jika terlambat lebih dari empat jam,” ungkap Ardhi.

Diketahui bahwa para penumpang rute Jakarta-Pekanbaru Rabu malam tadi mendatangi Dicki AR selaku Airport Manager Lion Air Pekanbaru, di Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Awalnya, pihak Lion Air Pekanbaru menolak membayar kompensasi dalam bentuk tunai. Padahal, hal itu sudah disepakati antara pihak Lion Air Jakarta dengan penumpang. Setelah didesak banyak penumpang, akhirnya kompensasi itu pun diberikan kepada seluruh penumpang.

“Atas kasus ini, sekali lagi KAMMI menegaskan akan perlunya Menhub meninjau izin Lion Air. Jika kejadian semacam ini dibiarkan terus, dikhawatirkan mereka makin keterlaluan,” tegasnya lagi. (Riyan/KAMMI/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Azyumardi Azra Dukung KAMMI Masuk Kampus Guna Melawan Radikalisme

Figure
Organization