Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Fenomena Pemimpin Organisasi di Kampus

Fenomena Pemimpin Organisasi di Kampus

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Mahasiswa memang dituntut tidak boleh acuh terhadap keadaan sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, tanpa disadari sosok pemimpin mengurang di berbagai organisasi kampus. Minimnya role-model dan lemahnya sistem penjagaan mutu kader dalam anggota organisasi akhirnya melahirkan kader yang minim pengalaman namun banyak aksi tanpa makna. Hingga terasa kini pergerakan mahasiswa hanya terkesan ikut-ikutan atau hanya sebuah formalitas. Kali ini, ada beberapa tips dan trik yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk sahabat yang bergerak di organisasi kampus.

Pertama adalah Responsibility. Tentu seorang pemimpin harus bertanggung jawab akan apa yang dia pimpin. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya dan yang perlu diingat adalah apa yang kita kerjakan sekarang tidak hanya dipertanggung jawabkan berupa LPJ kepada organisasi, namun juga kelak akan di tagih LPJnya di akhirat nanti. Maka hati-hati buat sahabat yang sudah memangku posisi penting di organisasi kampus karena ia bukan lah permainan. Maka ke depannya sahabat harus memiliki kemampuan untuk memberikan respon cepat dan tepat mengenai isu-isu yang ada di organisasi kampus.

Kedua adalah Methodology. Ini adalah ciri khas dan harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Seorang pemimpin haruslah tidak terjebak dengan nama, fanatisme, atau tradisi organisasi belaka. Sangat penting sekali bagi sahabat untuk memiliki methodology sebelum kita memimpin organisasi kampus. Tak dapat dipungkiri, kini banyak orang yang sudah jadi pemimpin tapi masih bingung apa yang harus dilakukan sehingga terkesan hanya melakukan apa yang dilihat dan bersifat short term tanpa memikirkan hal-hal besar yang bersifat long term di organisasi tersebut. Dengan adanya methodology, maka kita menjadi tau apa yang harus dilakukan dalam menjalankan amanahnya. Methodology tiap pemimpin berbeda beda sahabat, jadi tentukan methodology yang tepat untuk diri tempat kita berkontribusi.

Terakhir adalah Reference. Sebelum menempati posisi pemimpin dalam suatu organisasi, maka mari kita manfaatkan waktu luang kita untuk membaca. Hal ini sangat penting mengingat ketika telah menjadi seorang pemimpin dalam organisasi, akan sangat sulit menemukan waktu kosong untuk membaca. Dengan demikian, kegagalan-kegagalan methodology yang ada dan telah digunakan sebelumnya dapat memvariasikan methodology atau memicu methodology baru yang dapat digunakan untuk digunakan di masyarakat.

Nah, sahabat semoga tulisan yang singkat ini dapat membuat kita tersadar bahwa begitu banyak amanah dan tanggung jawab yang saat ini ada di pundak kita. Sebuah amanah besar dari orangtua kita, masyarakat, negara, dan Allah swt. Ingat sahabat, jabatan pemimpin bukan lah permainan, maka mari manfaatkan momentum untuk terus maju berjalan di jalan Allah swt.

 

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mahasiswa Teknik Nuklir 2013 Universitas Gadjah Mada. Peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) Regional 3 Yogyakarta angkatan 7.

Lihat Juga

Masa Kampus: Sebuah Rangkaian Fase

Organization