Home / Berita / Opini / Ada Maksiat di Balik Valentine’s Day ?

Ada Maksiat di Balik Valentine’s Day ?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Anti-Valentine-Daydakwatuna.com – Bulan februari bagi sebagian orang menjulukinya sebagai bulan merah jambu, dikarenakan pada bulan ini ada tanggal khusus yang dijadikan sebagai hari kasih sayang yaiut 14 Februari, ialah tanggal yang disebut sebagai Valentine day dan sepertinya sudah menjadi kesepakatan internasional. Valentine day, sebuah hari yang sudah tidak asing lagi di kalangan para pemuda saat ini. Hari yang dianggap sebagai moment untuk mengungkapkan kasih sayang  terhadap lawan jenis. Valentine day kebanyakan dirayakan oleh sebagian besar para remaja dari tingkat SMP sampai kuliah, bahkan di tingkat SD pun sudah ada yang mengenal tentang itu. Pengungkapan kasih sayang dilakukan melalui banyak cara; melalui bunga, cokelat ataupun kado-kado istimewa yang diperuntukan buat orang yang disayang.

Budaya Valentine Day yang merebak di kalangan pemuda kebanyakan didasari sekadar ikut-ikutan. Mereka jarang sekali mengetahui sejarah tentang valentine day, hakikat valentine day, ataupun misi di balik valentine day. Atas dasar ikut-ikutan mereka turut merayakan valentine day sama seperti apa yang dilakukan teman-teman sekitarnya atau yang mereka tonton dari media-media. Tidak ada panduan khusus dalam merayakan valentine day, yang mereka tau valentine day adalah hari untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap orang yang ia anggap paling istimewa. Cara pengungkapannya pun bebas, mereka menganggap jika bentuk ungkapan kasih sayang itu bisa membuat bahagia satu sama lain maka hal itulah bentuk yang terbaik. Semakin berkembangnya zaman, ungkapan valentine day semakin hari semakin mengerikan bentuknya. Kalo dahulu ucapan kasih sayang sudah cukup sebagai bentuk perayaan valentine day, berbeda untuk hari ini. Kalo dahulu dengan seikat bunga sudah cukup, berbeda dengan hari ini. Artinya, tingkatan pengungkapan bentuk kasih sayang selalu berbeda-beda dari waktu ke waktu setiap moment valentine day tiba.

Saat ini, pengungkapan bentuk kasih sayang yang dilakukan oleh para remaja sudah sangat melampaui batas. Atas nama cinta, kasih sayang, valentine day, mereka mau saja dengan rela melakukan hubungan asusila yakni berhubungan badan dengan pasangannya tanpa diikat oleh pernikahan. Hubungan badan yang dilakukan tanpa ikatan pernikahan bagi kita sebagai bangsa timur sangatlah tabu, apalagi ditinjau dari sisi agama di mana Indonesia sebagai Negara mayoritas Muslim. Sangatlah tidak pantas jika kondisi ini ke depannya akan dianggap oleh para remaja sebagai hal biasa sebagai bentuk pencurahan kasih sayang satu sama lain.

Hal ini sangat meresahkan bagi banyak pihak. Bagi orang tua yang memiliki anak remaja putri akan merasakan malu jika anaknya sampai hamil di luar nikah. Termasuk juga orang tua yang memiliki anak laki-laki, saat diminta pertanggungjawaban oleh pihak perempuan yang telah hamil akibat hubungan mereka yang melampaui batas. Keresahan para guru, dai, para aktifis sosial merasa ikut bertanggung jawab secara moril terhadap kondisi mereka yang sampai melakukan hal asusila itu. Bahkan pemerintah setempat pun merasakan keresahan jika kemaksiatan itu dilakukan oleh para remaja selalu merebak dan menjadi agenda tahunan yang selalu dilakukan untuk merusak moral generasi muda.

Keresahan-keresahan tersebut membuat semua pihak berusaha melakukan upaya pencegahan agar para generasi muda tidak melakukan hal yang berbau maksiat di Valentine Day. Upaya tersebut seperti melalui himbauan-himbauan, aksi sosial tolak valentine day, memberikan pemahaman akan hakikat valentine day dan melalui media sosial yang notabene sangat dekat dengan generasi muda menjadi sarana pas untuk memberikan pemahaman kepada mereka. Termasuk dari pemerintah Jambi khususnya hari ini sudah melakukan upaya pencegahan tersebut melalui pengerahan Satpol PP untuk melakukan Razia di hotel-hotel ketika malam Valentine Day. Semua upaya dilakukan banyak pihak tersebut agar generasi muda terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melanggar susila di tengah – tengah masyarakat kita.

Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah kota Jambi yang akan mengerahkan Satpol PP untuk razia hotel ketika hari Valentine Day. Hotel merupakan suatu tempat strategis untuk melampiaskan perbuatan maksiat itu. Ini merupakan salah satu upaya kongkrit dari pemerintah dalam upaya pencegahan perbuatan-perbuatan asusila yang akan dilakukan oleh para remaja itu, sehingga tidak hanya dalam bentuk himbauan-himbauan semata. Apalagi kemaksiatan yang berbalut kasih sayang (valentine day) ini dilakukan oleh generasi muda kita yang jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan yang terus menerus dan akhirnya akan mengancam keberlangsungan bangsa ini. Pemerintah memiliki kekuasaan yang luas dalam mencegah kemaksiatan sehingga dengan mudah menggunakan kekuasaannya itu untuk mencegah kemaksiatan secara maksimal.

Kami dari Forum Peduli Remaja Jambi (FPRJ) sangat mengapresiasi dengan kebijakan pemerintah ini, dalam rangka menyatukan langkah untuk mencegah remaja melakukan hal-hal yang melanggar norma. Banyak hal yang telah kita lakukan terhadap para remaja dalam menyikapi Valentine Day ini. Kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang berkembang di tengah-tengah remaja akan mendapatkan hasil yang maksimal jika semua pihak bergerak dan saling mendukung.

Semua pihak harus saling mendukung setiap ada kebijakan atau bentuk lainnya yang dijadikan sebagai upaya pencegahan perbuatan-perbuatan maksiat yang ada di sekitar kita. Pemerintah harus terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat pro rakyat seperti ini dalam pencegahan kemaksiatan di tubuh masyarakat. Termasuk pada kebijakan-kebijakan lain seperti pelarangan penjualan minuman beralkhohol di minimarket atau swalyan. Kita sebagai warga akan terus mendukung kebijakan-kebijakan yang serupa yang dibuat oleh pemerintah karena  sangat meresahkan banyak pihak.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Ketua Umum Forum Peduli Remaja Jambi (FPRJ) Kota Jambi.

Lihat Juga

Lenyapnya Keimanan

Organization