Home / Narasi Islam / Wanita / Muslimah yang Merdeka

Muslimah yang Merdeka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: fsthevanie.wordpress.com)
Ilustrasi. (Foto: fsthevanie.wordpress.com)

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, tak terbebani oleh kemilau dunia, pun tak lalai dalam amanah, amanah dalam rupa penjagaan tentang diri yang amat berharga.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, dari segala penjara rasa yang bisa memborgol ceria dalam tiap rentang waktunya, karena rasa telah lebih dulu terbawa dalam syahdunya ayat-ayat cinta.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, tiada yang berhak mengunci hati sebelum mengatakan janji suci, yang padanya tertanam pertanggungjawaban sejati.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, tiada yang kuasa menguasai dan mengatur atas segala duka, bahagia, maupun cinta kecuali diri ini. Yang terlebih dahulu disandarkan pada Ilahi, Pemilik kehidupan ini.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, tak sibuk dengan penilaian duniawi yang sering bergontaganti standardisasi, hingga lelah bagi yang mengikuti. Cantik dulu tak cantik kini, tapi tidak bagi muslimah sejati, yang kecantikannya dulu, kini, dan hingga nanti.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, saat yang lain sibuk berhias diri, muslimah sibuk mendekat pada Ilahi. Tak tergoda bujuk rayu fashion yang banyak diminati, hanya tiap hari terinsyafi dengan diri yang sebentar lagi mati.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, hanya ancaman siksa Allah yang ditakuti, hingga berbenah tiap hari, memperbaiki diri, memperbaiki hati. Tak sibuk menuruti ancaman dari yang mengintai pikiran ini. Katakan saja, “Allah bersamaku, tiada ku takut dengan ancaman ini”.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, menjadi tangguh dengan tiada keluh, apalagi keluh yang berceceran tiap hari, di media sosial yang semakin hari semakin melelahkan hati. Menjadi tangguh dengan waktu di sepertiga malam yang dihidupi, tercurahkan sepenuhnya pada Ilahi.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, yang hidup hanya berdasar petunjuk Alquran yang hakiki, bukan pada negeri yang menjadi kiblat modernisasi.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, menahan diri dari menggunjing saudara saudari yang tiap hari semakin difasilitasi.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, berusaha berkarya tiap hari tanpa disibuki dengan gosip sana-sini.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, yang meyakini bahwa hidup adalah rangkaian ibadah tiap hari, tak peduli fase apa yang terlewati, asalkan keimanan tetap tertanam dalam hati dan terpraktekan dengan akhlak yang berbudi.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, dari dosa-dosa yang tertumpuk tiap hari dengan membiasakan diri membasahi lisan dengan getar-getar suci kalam Ilahi, serta kalimat pengampun dari yang Maha Mengampuni.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, menjaga lisan dari berbicara yang menyakiti, agar nyaman hati bersaudara dan bersaudari, dalam ikatan persaudaraan yang suci.

Menjadi muslimah adalah memerdekakan diri, memerdekakan hati, memerdekakan nurani, serta memerdekakan pikir ini.

Dan teruntukmu muslimah, maukah menjadi diri yang merdeka??

 

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Muslimah lulusan BK UNJ yang kini sedang mengisi hari untuk dunia pendidikan. Mengajar adalah kehidupan. Hidup adalah untuk menyampaikan kebenaran, yaitu dengan mengajar

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan