Topic
Home / Berita / Nasional / KAMMI Mengecam Penghapusan Beasiswa PPA

KAMMI Mengecam Penghapusan Beasiswa PPA

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

dakwatuna.com – Jakarta. Dengan beredarnya surat dari Kementerian Pendidik dan Kebudayaan melalui Direktorat Jendral Pendidikan Nomor: 43/E.E3/BD/2015 tertanggal 26 januari 2015 yang berisikan penghapusan alokasi anggaran Beasiswa PPA, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengecam keras pengahapusan Beasiswa PPA tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik  Pengurus Pusat KAMMI Romidi Karnawan di Jakarta (10/02).

“Beasiswa PPA itu adalah hak mahasiswa dan masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa yang kurang mampu. Ini adalah perampasan hak mahasiswa, harusnya pemerintah tidak menghapus Beasiswa PPA ini, mengingat beasiswa ini sangat membantu keberlangsungan pendidikan anak Bangsa,” ungkap Romidi.

Romidi mengatakan pencabutan Beasiswa tersebut merupakan bentuk ketidak berpihakan Pemerintah kepada Rakyat yang kurang mampu. “Jelas ini kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, ini juga menjadi cermin ketidak seriusan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa di bidang pendidikan.Makanya kami mengecam keras pencabutan Beasiswa PPA ini,” terang Romidi.

Seperti kita ketahui penghapusan Beasiswa PPA ini dikarenakan anggarannya dialokasikan untuk pembangunan STP (Science & Technology Park). Lagi- lagi pemerintah diera Jokowi ini mengorbankan hak masyarakat miskin. “Silahkan STP dibangun, tapi jangan mengambil hak orang miskin, “ ujar Romidi.

Wasekjend PP KAMMI Arif Susanto menambahkan, sebaiknya Pemerintah menarik kembali surat edaran tersebut. “Harusnya surat edaran tersebut ditarik kembali oleh Pemerintah melalui menteri bersangkutan , dan segera anggarkan kembali Beasiswa PPA tersebut, karena itu merupakan hak dari mahasiswa untuk mendapatkannya,” tambah Arif.

KAMMI kembali mengajak kepada Mahasiwa diseluruh Indonesia berjuang bersama-sama untuk mendapatkan haknya. “Ini hak kita, mari kita berjuang bersama, jangan kita biarkan Rezim ini terus menindas dan merampas hak-hak kita sebagai rakyat,” tutup Arif dengan semangat. (sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Buah Impor

Cina Masih Jadi Sumber Impor Nonmigas Pemerintah

Figure
Organization