Home / Berita / Internasional / Asia / Jurnalis Mesir Hina Raja Salman, Hastag Dukung Saudi Membanjiri Twitter

Jurnalis Mesir Hina Raja Salman, Hastag Dukung Saudi Membanjiri Twitter

Salman bin Abdulazis, raja baru Saudi. (islammemo.cc)
Salman bin Abdulazis, raja baru Saudi. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Riyadh.  Para aktifis media sosial Saudi membuat hastag di twitter dengan judul yang berarti #Media_Mesir_Serang_Saudi. Hastag ini mereka buat sebagai perlawanan terhadap beberapa media Mesir pro rezim kudeta yang menyerang Kerajaan Saudi Arabia dan Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdulazis. Para pegiat medsos di Saudi meyakini serangan yang dilakukan media Mesir ini mendapat dukungan dari rezim kudeta Mesir yang dipimpin As-Sisi.

Diantara tokoh Saudi yang meramaikan hastag ini adalah seorang penulis ternama di Saudi, Abdullah Zuqail. Ia mengatakan, ketika Mesir merasa peta politik Saudi akan berubah dan berdampak kepada mereka, mulailah media Mesir menyerang Suadi dengan beragam upaya.

Zuqail kemudian mengajak rakyat Saudi agar tidak diam. “As-sisi dan Ibrahim Isa menyerang Saudi paska pelantikan Raja Salman, apakah media kita hanya diam menyaksikan hal ini?” tantangnya.

Perseteruan ini awal kali dipicu oleh pernyataan Ibrahim Isa, seorang jurnalis senior Mesir yang terkenal anti-Islam dalam sebuah acara di stasiun TV Swasta ONTV yang tayang dari Mesir. Dalam kesempatan itu ia memberikan komentar terhadap video ISISI yang menayangkan eksekusi mati terhadap seorang pilot asal Yordania. Ia mengatakan, “Para pemuka agama di Saudi memiliki ideologi yang sama seperti ISIS, yang membakar Moadz hidup-hidup” sebutnya. Komentar ini sontak membuat warga Saudi marah dan membela rajanya dan kerajaannya melalui jejaring medsos. (msy/imo/dakwatuna)

Redaktur: Muh. Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Wakil Direktur Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir 2008

Lihat Juga

Seratusan Pengacara di London Minta Penyelidikan Internasional untuk Kematian Mursi

Organization