Home / Berita / Daerah / Presiden Jokowi dan Gubernur Gatot Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Pertama di Indonesia

Presiden Jokowi dan Gubernur Gatot Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Pertama di Indonesia

Gubsu dan istri, Sutias Handayani menyambut Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, dan rombongan saat tiba di Bandara Lanud Soewondo, Kota Medan pukul 09.50 WIB. (IST)
Gubsu dan istri, Sutias Handayani menyambut Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, dan rombongan saat tiba di Bandara Lanud Soewondo, Kota Medan pukul 09.50 WIB. (IST)

dakwatuna.com – Medan. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei merupakan KEK industri pertama yang saat ini menjadi role model nasional bagi KEK lain di Indonesia. Demikian kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho dalam peresmian dan peletakan batu pertama Tujuh Proyek Strategis Pemprov Sumut bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dipusatkan di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Selasa (27/1).

“Setelah tiga tahun berjuang, operasional KEK adalah dambaan kami semua. Sumatera Utara akan bergerak menuju level selanjutnya, melalui kawasan ekonomi khusus yang memiliki keunggulan dan siap menampung kegiatan industri, ekspor dan impor, serta kegiatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional,” ujarnya.

Gubsu juga menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi bahwa dalam pembangunan tujuh proyek strategis Sumut, masih dibutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan keberhasilan kawasan tersebut.

“Perlu dukungan pemerintah pusat seperti perlunya percepatan penerbitan insentif perpajakan, serta kepabeanan dan cukai bagi para investor. Kami juga menaruh harapan besar pada PTPN III untuk menyediakan infrastruktur dan fasilitas pendukung lain berkelas dunia, serta memberikan pelayanan prima kepada setiap investor,” kata Gubsu.

Pada momen bersejarah tersebut, lanjut Gubsu, Pemprov Sumut juga memohon izin pemerintah pusat untuk dapat mengakselerasi hadirnya infrastruktur wilayah yang mampu mendukung aktivitas investasi kelas dunia.

“Infrastruktur yang kami maksud diantaranya transportasi intermoda, energi listrik, dan gas,” harap Gubsu.

Pada kesempatan yang sama Presiden Jokowi mengatakan Kawasan Industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei merupakan proyek ambisius yang dikerjakan keroyokan namun realistis. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sudah tiga kali ditanya Gubsu mengenai KEK tersebut.

“Awalnya saya menyangka kawasan ekonomi yang disampaikan Gubernur itu luasnya hanya sekitar 10-20 ha. Ternyata, jawabannya mengejutkan saya. KEK Sei Mangkei ternyata memiliki areal 2002,77 ha dan akan didukung dengan pelabuhan laut dengan luas 200 ha. Langsung saya perintahkan Menteri BUMN cek ke lapangan, juga Menteri PU, kita putuskan, lihat anggaran ada,” katanya.

Presiden Jokowi pun berharap proyek KEK Sei Mangkei dapat diselesaikan selama dua tahun dan meningkatkan ekspor serta surplus perdagangan.

“Kita harapkan swasta masuk ke kawasan industri KEK Sei Mangkei, Kuala Tanjung, Inalum dalam waktu yang pelabuhan selesai, kawasan pertama pelabuhan terbesar di wilayah Barat. Kita juga ingin ekspor melambung, neraca perdagangan positif. Saya optimis dengan kerja-kerja seperti ini, saya meyakini ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik, kesejahteraan meningkat, pengangguran bisa tertampung, dan Mari kita lihat dua tiga tahun lagi,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Sumatera Utara untuk meresmikan peletakan batu pertama Tujuk Proyek Strategis di Pelabuhan Kuala Tanjung. Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan, diantaranya Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman, dan Menteri Negara BUMN. Dengan beroperasinya KEK Sei Mangkei, Bank Indonesia memperkirakan kawasan tersebut akan menyumbang peningkatan 0,7 persen bagi perekonomian Sumut. (nur/abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial

Figure
Organization