Topic
Home / Berita / Nasional / Lakukan Hal Berikut Agar Anak Tak Tertarik Kemasan Narkoba LSD yang Lucu

Lakukan Hal Berikut Agar Anak Tak Tertarik Kemasan Narkoba LSD yang Lucu

LSD yang dikemas dalam gambar-gambar yang lucu dan menarik. (nature.com)
LSD yang dikemas dalam gambar-gambar yang lucu dan menarik. (nature.com)

dakwatuna.com – Jakarta, Lysergic acid diethylamide (LSD) dikemas dalam bentuk beragam, salah satunya lembaran kertas kecil seperti perangko dengan gambar lucu. Untuk anak-anak, gambarnya yang antara lain menampilkan gambar naga ataupun bintang-bintang, tentu menarik perhatian. Bagaimana agar anak tidak tergiur mengonsumsi LSD yang dikemas lucu itu?

“Intinya kalau kelas yang lebih kecil, lebih baik anak diajarkan untuk tidak jajan sembarangan, dan tidak terima barang dari orang lain. Kalau ada yang kasih sesuatu perlu ditunjukkan ke orang tuanya,” kata psikolog Henny Wirawan dikutip dari detikHealth dan ditulis pada Senin (26/1/15).

Sedangkan untuk anak-anak kelas besar, yakni yang duduk di kelas 4 hingga 6 SD perlu diberi pengertian bahwa tidak semua gambar lucu yang mereka lihat berarti baik. Karena itu perlu ditanamkan kewaspadaan dan kehati-hatian pada anak agar tidak sembarangan menerima hadiah atau pemberian dari orang lain. Hati-hati pula jika ada penjual yang menawari kertas lucu ukuran prangko yang cara konsumsiya dengan ditaruh di bawah lidah, karena diduga kuat itu adalah narkoba.

“Anak harus dikenalkan dan diajarakan untuk membedakan jenis-jenis obat terlarang seperti narkoba. Pembelajaran terkait hal tersebut dapat dimasukkan ke dalam pelajaran sains,” sambung Henny.

Selain orang tua, peran guru pun sangat besar untuk menjaga anak dari paparan narkoba. Untuk itu pengetahuan guru tentang narkoba pun perlu diperkuat.

“Ini kasus anak ya, jadi anak masih perlu senantiasa didampingi orang tua, karena kematangan moral juga masih dalam proses. Kerjasama di antara kedua orang tua dan guru sangatlah diperlukan. Treatment untuk anak SD dan sekolah menengah pastinya sudah berbeda,” ujar psikolog dari Universitas Tarumanagara ini.

Jika suatu ketika anak dipaksa untuk menerima LSD atau narkoba jenis lain, sebaiknya diterima saja, untuk selanjutnya dilaporkan dan diserahkan kepada guru atau orang tua. Namun jika anak dipaksa untuk memakan sesuatu yang mencurigakan, ajarkan anak untuk segera kabur dan menemui orang dewasa yang dikenalnya.

“Biasanya kan kalau pulang sekolah jalan tidak sendirian, jadi mustinya sih tidak terjadi yang terlalu mengerikan,” ucap Henny.

Menurut pakar rehabilitasi narkoba dan adiksi, dr Lula Kamal, harga LSD relatif mahal. Hal ini salah satu yang membuat LSD kalah pamor dibanding narkoba jenis lainnya di kalangan para pengguna. Mendasarkan dari hal itu, sepertinya kecil kemungkinan LSD yang mahal harganya dijual bebas untuk mengelabui anak-anak. Namun kemungkinan apapun bisa terjadi, sehingga tetap diperlukan kewaspadaan. (detikhealth/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Jual Narkoba, Puluhan Tentara Israel Diberhentikan

Figure
Organization