Topic
Home / Berita / Nasional / Usai Dibebaskan, Bambang Urus Penonaktifkan Dirinya

Usai Dibebaskan, Bambang Urus Penonaktifkan Dirinya

Johan Budi, Deputi Pencegahan KPK  (rimanews.com)
Johan Budi, Deputi Pencegahan KPK (rimanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto Nampak mendatangi kantornya, senin (26/1/15).

Ini kedatangan Bambang untuk pertama kali setelah dibebaskan dari tahanan Bareskrim Mabes Polri. Namun, dia tak menjelaskan kedatangannya ke KPK.

Dikonfirmasi hal tersebut, Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi mengatakan, jika kedatangan Bambang ke Gedung KPK untuk mengurus pengajuan nonaktif sebagai pimpinan KPK.

“Pak BW (Bambang Widjojanto) ke KPK sedang mengurus adminitrasi non aktif nya dia,” kata Johan, Senin (26/1)/215).

Sementara tim Kuasa Hukum Bambang, Usmas Hamid mengatakan, kliennya bersedia untuk diberhentikan sementara sebagai pimpinan KPK karena status tersangka yang disandangnya.

Sebab, kata Usman, keputusan mengenai nonaktif Bambang harus dibicarakan terlebih dahulu bersama pimpinan KPK lainnya dan berdasar keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tentu saja itu perlu dibicarakan dengan pimpinan KPK dan presiden untuk mengambil keputusan. Sejauh ini kami keberatan kalau BW diberhentikan,” kata dia.

Dikethui, Bambang Widjojanto ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Mabes Polri setelah menerima laporan Sugianto Sabran, mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP yang kalah dalam pilkada di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah pada 2010 lalu.

Sabran mengaku sudah pernah membuat laporan polisi (LP) pada 5 Juni 2010 yang dia perbarui pada 15 Januari 2015. Namun, dari salinan LP yang diterima wartawan, laporan itu baru dibuat pada 19 Januari lalu yang artinya baru empat hari lalu sebelum hari ini BW ditangkap.

Adapun, tindak pidana yang dikenakan pada BW, yaitu Pasal 242 juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Dalam UU KPK diatur bahwa pimpinan KPK yang menjadi tersangka akan diberhentikan dan pemberhentiannya diputuskan oleh presiden. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rutan Mako Brimob Terkendali, DPD Beri Doa dan Apresiasi Buat Polri

Figure
Organization