Home / Berita / Nasional / Nasdem Salahkan Pemerintahan SBY Lantaran Hasil Survey Publik Tak Puas Kepemimpinan Jokowi

Nasdem Salahkan Pemerintahan SBY Lantaran Hasil Survey Publik Tak Puas Kepemimpinan Jokowi

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Viktor Laiskodat. (metrotvnews)
Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Viktor Laiskodat. (metrotvnews)

dakwatuna.com – Jakarta. Mayoritas publik belum merasa puas atas kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla. Sebanyak 74,60 persen dari hasil Survei Pusat Studi Sosial dan Politik Indonesia belum puas terhadap kepemimpinan Jokowi.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Viktor Laiskodat menilai wajar jika di awal pemerintahan publik masih belum percaya pada Jokowi-JK.

Menurut Viktor, hasil survei pasti didasari dengan metodologi keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Karenanya, patut diapresiasi. Soal masih tingginya angka tidak puas atas kepemimpinan Jokowi, menurut Viktor karena ada beberapa sebab.

“Pertama, masalah yang ditinggalkan pemerintahan lama terlalu banyak. Sehingga Jokowi mati-matian untuk menyelesaikannya,” kata dia seperti yang dikutip dari ROL, Rabu (21/1).

Ketua DPP Nasdem ini menambahkan, di awal pemerintahan Jokowi masih butuh waktu untuk mengkonsolidasikan jajaran menteri-menterinya dalam bekerja. Hal ini tidak mudah karena pemerintahan Jokowi baru berjalan tiga bulan.

Menurutnya, Jokowi harus menata dari awal seluruh jajarannya agar bekerja sesuai dengan visi dan misinya. Terlebih, di awal pemerintahan ini, Jokowi dihantam dengan berbagai goncangan politik, salah satunya dengan penetapan calon Kapolri sebagai tersangka.

Jajaran menteri Jokowi harus sudah siap untuk mendukung dan menyelesaikan goncangan politik ini agar publik kembali percaya dengan mantan wali kota Solo tersebut. Kalau goncangan politik di tiga bulan pertama ini dilalui dengan baik, imbuh Viktor, maka popularitas Jokowi dan kepuasan masyarakat akan ikut naik.

Lebih lanjut dia mengemukakan, Presiden Jokowi memiliki dua syarat utama sebagai pemimpin, yaitu jujur dan tidak tamak. Jika jajaran menteri Jokowi tidak terjebak kepentingan pragmatis, publik akan melihat Jokowi sebagai harapan.

“Pemerintahan naik turun itu biasa, tapi saya optimistis enam bulan ke depan akan makin baik lagi,” imbuh Viktor. (ROL/abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Bisakah Saya Renovasi Rumah 200 Juta?

Organization