Topic
Home / Berita / Nasional / Ketika PM Tony Abbott Memohon Kemurahan Hati Presiden Jokowi

Ketika PM Tony Abbott Memohon Kemurahan Hati Presiden Jokowi

PM Australia Tony Abbott dan Presiden RI Joko Widodo. (bisnis.com)
PM Australia Tony Abbott dan Presiden RI Joko Widodo. (bisnis.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Tindakan tegas Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan mengeksekusi mati pelaku peredaran Narkoba mulai mendapat perhatian para pemimpin dunia, khususnya dari negara-negara yang warga negaranya termasuk dalam daftar terpidana mati tersebut.

Setelah Belanda dan Brasil melakukan protes keras atas eksekusi mati dua warga negaranya, kini giliran Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang kembali bermohon kemurahan hati dari Presiden Joko Widodo untuk mengampuni dua warga negara Australia terpidana mati kasus narkoba, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Sukumaran dan Chan tidak termasuk di antara 6 orang terpidana mati kasus narkoba yang telah dieksekusi Minggu (18/1/2015) dinihari.

Meskipun permohonan grasi Sukumaran sebelumnya secara resmi telah ditolak, namun pelaksanaan eksekusinya belum bisa dilakukan sebelum ada keputusan atas permohonan grasi Andrew Chan.

Menurut ketentuan hukum Indonesia, kejahatan yang dilakukan bersama-sama maka eksekusi juga harus dilakukan bersama-sama.

Pekan lalu, PM Abbott kembali melayangkan surat kepada Presiden Jokowi berisi permohonan pengampunan atas nama kedua terpidana mati.

“Saya berharap rasa penyesalan yang jujur dari kedua terpidana mati, rehabilitasi mereka yang berhasil, bisa menjadi bahan pertimbangan pengampunan meskipun sudah di saat-saat terakhir seperti ini,” jelas PM Abbott kepada radio setempat, Selasa (20/1/2015) mengenai isi suratnya.

PM Abbott mengatakan, sudah seharusnya pengampunan menjadi bagian setiap sistem hukum di dunia. “Pada akhirnya pengampunan harus menjadi bagian dari sistem hukum dan keadilan dimana pun termasuk di Indonesia,” katanya.

Hari Senin (19/1/2015) Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengungkapkan ia juga telah mengajukan permohonan serupa kepada mitranya di Indonesia namun tidak dikabulkan.

Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan tidak akan memberikan pengampunan kepada terpidana mati kasus narkoba, sebagai wujud sikap tegas pemerintahan baru Indonesia dalam memberantas masalah narkoba. (radioaustralia.net.au/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Lagi, Tanpa Pemberitahuan Arab Saudi Eksekusi Mati Seorang TKI

Figure
Organization