Topic
Home / Berita / Profil / Belum Pernah Ada Pemenang None Jakarta yang Berjilbab, Vina yang Pertama

Belum Pernah Ada Pemenang None Jakarta yang Berjilbab, Vina yang Pertama

Vina Andhani Muliana, Nona Jakarta 2014. (tribunnews.com)
Vina Andhani Muliana, None Jakarta 2014. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kontes Abang dan None (Abnon) Jakarta merupakan pemilihan duta wisata yang hampir sama dengan kontes kecantikan pada umumnya. Peserta yang terpilih harus mengikuti karantina dan diberikan pembekalan materi dari berbagai macam bidang. Mulai dari sejarah dan kebudayaan betawi, public speaking, kepariwisataan, hingga kemampuan berbahasa asing.

Tentu saja mereka yang maju sebagai peserta adalah para anak muda yang selain memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas juga bermodalkan paras yang cantik dan ganteng.

Ini bisa dibuktikan dengan pemenang acara yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1968 ini setiap tahunnya adalah para anak muda yang memang memenuhi kriteria tersebut.

Namun di tahun 2014 lalu terjadi sebuah kejutan dimana salah satu yang terpilih sebagai pemenang di tahun itu adalah Vina Andhani Muliana, perwakilan None Jakarta Selatan yang berhasil menyabet gelar None Jakarta 2014.

Bukan hanya karena parasnya yang cantik atau pengetahuannya yang luas, namun Vina adalah pemenang Nona Jakarta pertama yang menggunakan jilbab.

Pada awalnya, wanita yang akrab disapa Vina ini sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan menang. Alasannya sederhana, karena ia menggunakan hijab.

“Waktu namaku dipanggil untuk dinobatkan sebagai None Jakarta 2014, aku kaget banget. Karena belum pernah ada dalam sejarah perhelatan Abnon, seorang None Jakarta yang terpilih menggunakan hijab,” jelas wanita yang berhijab sejak kelas 1 SMA ini.

Wanita 21 tahun ini bukan bermaksud untuk tidak mau percaya pada kemampuan diri sendiri, namun ia tidak mau berharap banyak karena Abnon sendiri merupakan.

Terlebih lagi dirinya adalah satu-satunya kontestan yang berhijab pada saat itu. Sempat pula tebersit dibenaknya, adalah suatu kemungkinan yang kecil dan bisa dibilang mustahil jika seorang none yang mengenakan hijab bisa terpilih sebagai pemenang dalam ajang pemilihan bergengsi tersebut. Namun rupanya Tuhan berkata lain.

“Pada malam itu, aku belajar sesuatu. Sekarang aku 100% percaya bahwa hijab yang aku pakai ini bukanlah suatu hambatan bagi seorang muslimah untuk dapat selalu berkarya dan berprestasi. Karena tidak ada yang tak mungkin di dunia ini apabila kita mau bersungguh-sungguh,” jelas mahasiswi jurusan agroteknologi Universitas Padjadjaran ini.

Banyak pelajaran berharga yang didapat Vina selama menjadi duta budaya, salah satu yang sangat diingatnya hingga kini, hijab yang dikenakannya tidak akan mempengaruhi perspektif masyarakat luas akan Jakarta maupun Indonesia. Justru ia malah merasa bangga dengan hijabnya.

“Dengan menggunakan hijab, saya bukan hanya menunjukkan identitas sebagai muslimah, namun juga dapat ikut membangun citra yang baik bagi Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di Indonesia, dan kita harus bangga akan hal itu,” ringkasnya menutup perbincangan. (detik/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

FSLDK Jadebek Kembali Gelar Aksi Gerakan Menutup Aurat

Figure
Organization