Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menghadirkan Kembali Kepribadian Rasulullah SAW

Menghadirkan Kembali Kepribadian Rasulullah SAW

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Peringatan Maulid Nabi tahun ini sangat spesial karena berdekatan dengan tahun baru Masehi 2014. Awal tahun merupakan momen penting bagi kita untuk memulai hidup dengan semangat baru dan tentu dengan kerja yang bermutu. Dengan kehadiran peringatan Maulid Nabi tentu kita berharap agar tahun baru ini akan lebih bermakna dan memberikan pengaruh hebat dalam kehidupan kita. Makanya, memperingati Maulid Nabi tidak hanya sebatas seremonial belaka namun bagaimana hakekat dari peringatan tersebut betul-betul dapat memberi sesuatu yang berharga dalam kehidupan kita.

Dalam hidup bernegara, kehadiran Maulid Nabi juga memberikan makna tersendiri. Pasalnya, peringatan ini hadir di tengah berbagai masalah dan musibah yang melilit negeri ini. Korupsi semakin menggurita, kejahatan kriminal sulit terbendungi, pergaulan bebas, kejahatan seksual, penyalahgunaan narkoba, perbudakan modern dan kegaduhan politik merupakan gambaran kelam menutupi negeri ini. Tidak berhenti di sana, berbagai musibah dan bencana alam menghampiri negeri ini menambah catatan derita rakyat yang semakin payah. Sebut saja, banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini tidak hanya menghancurkan harta benda tetapi juga menghilangkan puluhan nyawa. Terakhir musibah yang massif diberitakan media adalah kecelakaan pesawat Air Asia dengan tewasnya ratusan penumpangnya yang memilukan hati.

Begitulah rentetan peristiwa duka yang terjadi di penghujung tahun ini yang hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semuanya dalam memperbaiki nasib negeri ini. Kita harus mengadakan evaluasi dan berusaha mencari solusi dalam mengatasi setiap persoalan dan masalah secara menyeluruh sehingga masa depan negeri ini akan lebih cerah lagi. Makanya dengan momen peringatan Maulid Nabi kita harus mampu menghadirkan kembali kepribadian Rasulullah Saw baik dalam kehidupan pribadi ataupun kehidupan bernegara termasuk dalam menyelesaikan setiap masalah.

           Kepribadian Rasulullah Saw

Dalam mengemban tugas dakwah dan membangun umat, hidup Rasulullah Saw tidak sepi dari ujian dan musibah. Rasulullah Saw merasakan sekali betapa beratnya ujian dan tantangan dalam mengemban amanah suci ini. Semua ujian itu tidak menyurutkan langkah Rasulullah Saw, dalam melaksanakan amanah namun justru memompa semangatnya dalam membangun bangsa. Salah satu sebab keberhasilan Rasulullah dalam mengemban tugas mulia ini adalah kepribadian luar biasa yang dimilikinya. Hal ini hendaknya menjadi perhatian juga bagi kita semua terutama pemimpin bangsa.

Ada empat sifat pokok yang dimiliki Rasulullah Saw dalam setiap aktivitas hidupnya yang menghiasi dirinya yaitu. Pertama, Siddiq (benar atau jujur). Sifat sidiq merupakan kunci dalam meraih kesuksesan. Orang yang berkata jujur dan berprilaku benar akan memudahkan dirinya dalam melakukan aktivitas hariannya. Hal inilah yang menyebabkan Rasulullah Saw sukses melaksanakan misi dakwah sehingga lahirlah umat yang terbaik (khairu umat) dalam sejarah panjang kehidupan manusia.

Makanya, negeri ini akan selamat dari kehancuran apabila pemimpin dan rakyatnya berlaku jujur dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Pemerintah harus menjadikan kejujuran skala prioritas dalam membangun bangsa yang besar ini. Pendidikan kejujuran merupakan suatu hal yang penting dan harus menjadi program yang nyata dalam pendidikan di negeri ini. Nah dengan demikian berbagai masalah korupsi dan kejahatan lainnya dapat diatasi karena jiwa kejujuran sudah membudaya dalam hidup warga negara yang merupakan hasil pendidikan kejujuran sejak usia dini.

Kedua, fathanah (cerdas), sifat lain yang melekat dalam pribadi Rasulullah Saw adalah kecerdasan dalam menjalani kehidupan dan juga menyelesaikan masalah. Dalam menyelesaikan masalah Rasulullah Saw, berusaha secara seksama dan bijaksana sehingga masalah tersebut dapat diatasinya tanpa menimbulkan masalah baru. Beliau tidak hanya mengandalkan akal pikiran semata dalam menyelesaikan masalah , tetapi juga menghadirkan hati nurani dalam mengambil suatu putusan yang tepat. Jangkauan ke depan dan akibat yang ditimbulkan dalam setiap kejadian menjadi bahan pertimbangan penting dalam memutuskan suatu perkara. Banyak sekali peristiwa sulit yang dihadapi Rasulullah Saw namun dapat diselesaikan dengan cerdas sehingga memeroleh hasil yang memuaskan.

Makanya, pendidikan kita harus mampu menciptakan peserta didik yang cerdas. Yah, kecerdasan yang paripurna, cerdas secara intelektual, emosional dan juga cerdas secara spiritual. Masalah kita hari ini adalah pendidikan kita lebih menonjolkan kecerdasan intelektual dan mengabaikan kecerdasan emosional dan spiritual. Akibatnya banyak orang yang pintar namun tidak mampu mengendalikan emosinya dan rendah pengamalan nilai spritualnya. Korupsi dan kejahatan lainnya terjadi disebabkan oleh lemahnya nilai spiritual yang dimiliki seseorang. Agar negeri ini terhindar dari berbagai masalah maka pendidikan kita harus mampu menghasilkan pribadi yang cerdas secara paripurna sebagaimana yang dikemukakan di atas.

Ketiga, tabligh (menyampaikan kebenaran). Sifat inilah yang dimiliki Rasulullah Saw dalam membangun negara. Rasulullah Saw dalam membangun negara, terlebih dahulu membangun warga atau umatnya yang akan mengisi negara tersebut. Melalui dakwah dan tabligh yang terencana dan melembaga maka umat merasakan manfaatkan tabligh dan juga berusaha menyampaikan kebenaran dan kebaikan pada orang lain sehingga lahirlah umat yang menjunjung nilai kebaikan dan kebenaran.

Di negeri ini nilai kebenaran dan kebaikan terasa begitu mahal. Akibatnya berbagai kejahatan dan kemaksiatan merajalela. Korupsi dan kejahatan lainnya itu terjadinya karena tidak tegaknya misi tabligh secara sempurna. Terkesan dalam masyarakat bahwa tugas dakwah dan tabligh hanya tugas orang tertentu saja (ulama atau mubaligh) sehingga berbagai kejahatan tak terbendungi karena tidak adanya semangat untuk saling mengingatkan. Makanya, pendidikan kita harus mempu melahirkan peserta didik yang memiliki semangat bertabligh (saling mengingatkan) dalam rangka membangun bangsa yang besar ini dengan segala problematikanya.

Keempat. Amanah (dipercaya). Keberhasilan misi dakwah Rasulullah juga disebabkan oleh sifat amanah yang dimilikinya. Rasulullah adalah sosok pribadi yang paling amanah sehingga dapat memikat hati umat dalam menerima dakwahnya. Makanya, agar negeri ini terlepas dari berabagai masalah, pemimpin dan rakyatnya juga harus amanah dalam menjalankan fungsi dan perannya masing-masing. Dengan demikian kejayaan negeri ini akan terwujud apabila pemimpinnya amanah dan rakyatnya berusaha membantu pemimpinnya.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

[FOTO] Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara

Figure
Organization