Home / Berita / Nasional / Ahli Penerbangan Dunia: Tidak Ada Kaitan antara Tiket Murah dan Keselamatan Penerbangan

Ahli Penerbangan Dunia: Tidak Ada Kaitan antara Tiket Murah dan Keselamatan Penerbangan

Penjualan tiket murah dianggap berkaitan erat dengan keselamatan penerbangan. (inet).  (merdeka.com)
Penjualan tiket murah dianggap berkaitan erat dengan keselamatan penerbangan. (inet). (merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Baru-baru ini pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan menghapus tiket pesawat murah dengan alasan keselamatan penumpang. Apakah harga tiket murah berkaitan erat dengan tingkat keselamatan penumpang?

Ahli penerbangan dunia dari Westminster University Inggris, Anne Graham, mengatakan maskapai yang menawarkan tiket murah, atau biasa dikenal dengan Low Cost Carrier (LLC), selama ini punya rekam jejak yang baik

“Di Eropa, catatan keselamatan LCC sangat baik. Tidak ada kaitan antara tiket murah dan lemahnya keselamatan penerbangan,” kata Anne pada acara seminar ASEAN Open Sky di Graha Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/1/15).

Anne juga menjelaskan maskapai berbiaya murah awalnya tumbuh dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, tingkat permintaan perjalanan untuk bisnis dan wisata sangat tinggi.

“Perkembangan LCC terus tumbuh. Itu dimulai dari Amerika dan Eropa. Kedua wilayah itu pasarnya tinggi karena angka bepergian tinggi,” jelasnya

Maskapai LCC, kata Anne, mampu mendorong pertumbuhan lalu lintas pergerakan manusia.
“LCC dapat menarik banyak penumpang untuk bepergian. LCC menciptakan traffic baru,” jelasnya.

Di tengah persaingan super ketat dan tingginya biaya-biaya penerbangan, maskapai biaya murah melakukan berbagai upaya yang tidak mengganggu keselamatan penerbangan.

“LCC dia melakukan pemanfaatan pesawat dengan maksimal. Mereka juga meminimalkan penggunaan tipe pesawat. Mereka memakai 1 jenis pesawat. Di Eropa, mereka didukung dengan tarif bandara yang tidak besar,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menegaskan kaitan antara harga tiket pesawat terbang dengan tingkat keselamatan penerbangan sangat erat. Hal ini yang menjadi dasar pemerintah menetapkan batas tarif bawah 40% dari batas tarif atas tiket penerbangan.

“Siapa bilang? Justru tertinggi. Karena kalau murah musti hemat segala macam, dihemat fuel, dihemat perawatannya,” tegas JK di kantor PMI, Jakarta, akhir pekan lalu. (detik/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Saudi Hentikan Penerbangan Sipil Dari dan Ke Iran

Figure
Organization