Topic
Home / Konsultasi / Konsultasi Psikologi / Saya Remaja Laki-Laki Pemalu, Bagaimana Caranya Agar Dapat Mengubah Diri Saya?

Saya Remaja Laki-Laki Pemalu, Bagaimana Caranya Agar Dapat Mengubah Diri Saya?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Google Plus)
Ilustrasi. (Google Plus)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya ingin bertanya. Saya remaja laki-laki berumur 17 tahun, namun saya memiliki pribadi yang pemalu, kurang percaya diri, dan suka gugup saat berbicara. Sifat tersebut muncul karena saya merasa muka saya lebih seperti anak kecil dari pada anak lain, selain itu juga saya belum dapat mandiri seperti teman-teman lain, dan saya juga sering ditinggalkan oleh teman yang baru saya kenal, karena mereka menganggap saya kurang menarik untuk dijadikan teman. Dari kecilpun saya jarang keluar untuk melakukan sosialisasi baik dengan tetangga maupun saudara karena terkendala bahasa, kebetulan ketika saat saya kecil, saya berada di luar negeri, sehingga saat kembali ke Indonesia saya malu untuk keluar karena belum menguasai bahasa Indonesia maupun Jawa.

Ustadz, Saya ingin segera memperbaiki sifat saya ini, karena setahu saya di dalam Islam dilarang untuk memutus silaturahim. Jadi, ustadz apakah ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah untuk menguatkan hati, pikiran, dan jiwa? Serta bagaimana caranya agar saya dapat mengubah diri saya ini?

Terima kasih

ARF

Jawaban:

dakwatuna.com – Wa’alaikumsalam wr. wb.

Saudara Aditya yang dirahmati Allah SWT. Terima kasih sebelumnya sudah mengajukan pertanyaan kepada kami, membuka diri untuk mendapatkan masukan dan saran adalah langkah awal sebuah perubahan. Saya dapat memahami hambatan yang saudara Aditya alami selama ini. Rasa tidak percaya diri muncul dari banyak faktor, seperti pola asuh orang tua, serta pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu yang terus teringat sampai sekarang.

Saya tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang pola asuh orang tua yang saudara dapatkan. Namun sebelumnya saudara Aditya bercerita bahwa pernah mengalami kesulitan beradaptasi saat awal ke Indonesia. Fase ini adalah situasi penting terhadap pembentukan konsep diri anda. Apakah dulu saat anda kesulitan berbahasa pernah mendapatkan ejekan dari teman di sekolah, hingga mengarah pada perilaku bullying. Kata-kata negatif yang diucapkan banyak orang pada anda secara berulang-ulang akan menjadikan anda memiliki konsep diri seperi kata negatif yang orang lain sampaikan. Hal inilah yang akhirnya membentuk rasa tidak percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Perilaku yang muncul adalah menjadi kaku dan gugup saat bertemu orang baru. Sering muncul pikiran-pikiran bahwa orang akan selalu melihat sisi negatif dari diri anda. Jika hal seperti ini yang anda alami, maka inilah yang dikatakan penyakit pikiran negatif.

Adapun cara mengatasinya adalah mencoba mengendalikan pikiran negatif tersebut dengan pikiran lebih positif. Cobalah berdiri di depan cermin dan perhatikan seluruh tubuh anda, ada nikmat apa saja yang sudah Allah karuniakan kepada anda dari keadaan fisik tersebut. Pikirkan kembali bahwa ada banyak orang yang memiliki keterbatasan fisik namun dapat berprestasi dengan baik. Bahkan mungkin anda tahu banyak artis yang tidak selalu terlihat tampan namun memiliki rasa percaya diri tinggi dan tetap mampu menghibur orang lain bahkan beberapa dikagumi oleh penggemarnya. Hal ini menunjukkan bahwa menarik secara fisik bukan satu-satunya faktor untuk dapat diterima oleh orang lain.

Sekarang cobalah nilai diri anda, hal-hal apa saja yang mampu anda lakukan dengan baik? Keunggulan apa yang anda miliki dalam berbagai bidang? Temukan terus hal positif dari diri anda. Berpikir positif tentang diri akan membuat anda lebih percaya diri. Sehingga meminimalisasi rasa gugup tersebut. Perluaslah wawasan anda terhadap banyak hal, sehingga akan banyak bahan obrolan yang bisa anda bicarakan dengan orang lain saat berinteraksi. Dalam doa-doa usai shalat teruslah memohon pada Allah untuk diberikan kekuatan agar menjadi pribadi yang positif. Perbanyak ibadah akan memberikan ketenangan jiwa sehingga anda mampu menghadapi berbagai situasi dalam keseharian. Wallahu’alam.

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 082272187182/081218953316 Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi

Lihat Juga

Aresta VIII (dok. dakwatuna.com)

Ajang Remaja Berprestasi 14: Genggam Dunia dengan Impianmu, Ubah Dunia dengan Potensimu

Figure
Organization