Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Mengenal Charlie Hebdo, Surat Kabar yang Penuh Kontroversi

Mengenal Charlie Hebdo, Surat Kabar yang Penuh Kontroversi

Kantor Charlie Hebdo Prancis. (cnn.com)
Kantor Charlie Hebdo Prancis. (cnn.com)

dakwatuna.com – JakartaCharlie Hebdo merupakan sebuah surat kabar yang terkenal dengan berita-berita yang kerap mengundang kontroversi. Surat kabar satir ini telah muncul di tengah masyarakat Eropa terutama Prancis meski cercaan terus disorotkan kepada mereka.

Surat kabar Charlie Hebdo yang didirikan sekitar tahun 1970 kerap kali berisi penghinaan. Aspek yang biasa mereka hina seperti dunia perpolitikan, budaya, dan agama.

Bulan lalu, koran Charlie ini telah menerbitkan gambar Perawan Maria. Gambar itu menunjukkan kelahiran Yesus dari rahim Bunda Maria. Kemudian, Charlie Hebdo juga pernah menyerang penyanyi dunia, Michael Jackson pada 2009.

Setelah kematian MJ, surat kabar menampilkan kerangka kartun Jackson yang berwarna putih. Judul pada gambar tersebut, yakni ‘Michael Jackson Akhirnya Putih juga’. Charlie Hebdo juga menyerang umat Islam pada September 2012. Mereka membuat kartun Nabi Muhammad SAW yang sedang telanjang.

Oktober lalu, Charlie Hebdo kembali beraksi menyerang Islam. Kali ini yang mereka gambarkan, yakni ISIS. Di gambar itu terlihat ISIS sedang memenggal kepala Nabi Muhammad SAW. Seperti yang diketahui laman ‘Time’, pemerintah setempat sebenarnya sudah melakukan protes. Namun, protes ini diabaikan Charlie Hebdo.

Charlie Hebdo sesungguhnya sudah pernah menjadi sorotan dunia. Bahkan, sebelum penyerangan pada Rabu lalu. Pada 2006, surat kabar ini pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya gambar ini pernah diterbitkan di Denmark dan memicu protes dari umat Islam seluruh dunia.

Dua kelompok Islam telah menggugat halaman yang disajikan surat kabar itu. Namun, gugatan ini dibiarkan begitu saja. Pada 2011, sehari setelah mengumumkan akan ada edisi khusus Nabi Muhammad SAW, kantor mereka pun di bom. Tidak ada yang terluka dalam serangan itu. Namun, koran itu terpaksa meningkatkan keamanan dengan dilengkapi pengawal. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sindir Menlu UEA, Sekjen Ulama Dunia: Faktanya Ottoman Tak Serahkan Palestina

Organization