Home / Berita / Daerah / 9000 Kepala Keluarga Korban Banjir Pandeglang Butuh Bantuan

9000 Kepala Keluarga Korban Banjir Pandeglang Butuh Bantuan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Banjir menerjang Kabupaten Pandeglang, yang terjadi akibat luapan Sungai Cilemer dan Sungai Ciliman.  (Kismo/pkpu)
Banjir menerjang Kabupaten Pandeglang, yang terjadi akibat luapan Sungai Cilemer dan Sungai Ciliman. (Kismo/pkpu)

dakwatuna.com – Pandeglang. Lembaga kemanusiaan nasional PKPU langsung bergerak memberikan pertolongan membantu korban banjir di Pandeglang, Banten.

Mereka membangun dapur air di rumah  Uri tokoh desa Suka Saba Kecamatan Munjul, Kecamatan Pandeglang. Juga mendistribusikan pakaian layak  pakai, pembalut wanita, popok bayi  yang ditujukan kepada pengungsi.

Amir Mutar dari DRM PKPU menyatakan, saat ini korban membutuhkan makanan siap saji, hygiene Kits, cooking set, selimut, sarung, tikar dan baby kits seperti popok bayi, minyak telon, dan sebagainya.

“Untuk evakuasi masih perlu perahu dan mobil Rescue, sepatu boots, genset, jas hujan,” kata Amir, Selasa (6/1/15).

Hingga saat ini, belum ada perhatian berupa batuan dari pemerintah setempat terkait bencana  ini, sementara yang jadi korban tercatat 9000 kepala keluarga.

Banjir menerjang Kabupaten Pandeglang, yang terjadi akibat luapan Sungai Cilemer dan Sungai Ciliman yakni Kecamatan Patia yakni terdapat di 5 desa yakni Desa Patia 177 KK, Siranen 265 KK, Ciawi 234 KK, Idaman 275 KK, Cimoyan 175 KK.

Kemudian Kecamatan Sukaresmi, Desa Kubang Kampil 545 kk, Kecamatan Picung, yakni Desa Bungur 100 Kk, Kopong 326 kk, Pagelaran, Bulogor 80 KK. Kecamatan Bojong, yakni Desa Mekar Jaya 175 KK. Ketinggian banjir mencapai 50 cm hingga 1 meter.

Banjir juga  mengenangi  kecamatan Pagelaran, Patia, Labuan, Panimbang,  Cikesik,  Carita dan Angsana.  Ketinggian air mencapai 2-3 meter.
Untuk pengungsian baru ada di 2 desa, desa idaman dan desa Cimoyan sementara  status banjir di Banten masih siaga darurat bencana.

“Tiga  desa yang terdampak Kecamatan Munjul yakni Desa Sukasaba, Kota Dukuh dan Cibitung, kondisi terendam dan pasang surut dari malam tahun baru, tadi  malam terendam dari 1-2,5 meter. Dan mulai surut jam 3 dini hari, hingga pagi ini air sudah surut,” katanya.

Ditambahkannya, bencana juga menyebabkan tanaman padi milik petani yang masih berumur dua minggu juga terkena banjir sehingga curah hujan yang tinggi membuat petani khawatir padi mereka membusuk yang mengakibatkan puso. (Kismo/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Sinabung Meletus, PKPU Human Initiative Terjunkan Tim Rescue