Home / Berita / Internasional / Asia / Wawancara Terbaru dengan Sang Pilot

Wawancara Terbaru dengan Sang Pilot

Pilot Yordania, Muath Safi Al-Kaseasbeh, dalam pengamanan personil ISIS. (akhbaar24.com)
Pilot Yordania, Muath Safi Al-Kaseasbeh, dalam pengamanan personil ISIS. (akhbaar24.com)

dakwatuna.com – Damaskus. Majalah DABIQ milik organisasi Negara Islam di Irak dan Syam (ISIS) mewawancarai pilot Yordania yang tertangkap saat melakukan penyerangan bersama koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat. Hasil wawancara ini kemudian dilansir Klmty.net, Selasa (30/12/2014) hari ini. Berikut petikannya.

Tolong perkenalkan dirimu?

Namaku Muath Safi Al-Kaseasbeh. Aku warga negara Yordania, tepatnya dari kota Al-Karak. Au dilahirkan pada tahun 1988.

Bagaimana tentang kariermu di militer?

Aku seorang pilot dengan pangkat letnan satu. Aku lulus dari kuliah udara Raja Husein tahun 2009. Setelah menjalani pelatihan, pada tahun 2012 aku bergabung dengan pangkalan udara.

Coba ceritakan tentang penerbangan terakhirnya sebelum ditangkap.

Aku diberi instruksi terbang sehari sebelumnya, yaitu pada pukul 16.00 sore. Tugasku adalah melindungi pesawat-pesawat tempur yang sedang bertugas menghancurkan rudal-rudal anti pesawat.

Kami memasuki wilayah Al-Riqa dengan pesawat terdiri dari F16 Saudi, F16 Emirat, dan F16 Maroko. Saat mulai penyerangan, pesawat terkena roket termal. Aku dapat mendengar dan merasakan saat pesawatku tertembak. Salah seorang pilot lain juga mengabarkannya kepadaku. Katanya, pesawatku tertembak dan ada api yang keluar dari corong mesin. Lalu aku periksa, dan ternyata mesin mengalami kerusakan parah, pesawat jadi lepas kendali. Aku meninggalkan pesawat dan jatuh di sungai Efrat. Di sanalah aku ditangkap.

Negara Arab mana saja yang ikut dalam serangan-serangan udara?

F16 Yordania, F16 Emirat, dan F15 Saudi yang lebih dimodernkan dan dilengkapi dengan bom-bom laser. Adapun Kuwait menyediakan bahan bakar pesawat. Bahrain dan Maroko juga menyediakan pesawat F16. Juga Qatar dan Oman.

Pangkalan udara mana yang digunakan untuk melakukan serangan udara?

Pesawat Yordania berangkat dari Yordania. Adapun pesawat-pesawat Teluk, kebanyakan berangkat dari Saudi, Kuwait dan Bahrain. Ada juga beberapa bandara udara lain yang digunakan untuk pendaratan darurat. Seperti bandara Al-Azraq di Yordania, bandara Arar di Saudi, bandara internasional Baghdad, bandara internasional Kuwait, dan sebuah bandara di Turki yang berjarak 100 km dari perbatasan.

Pesawat-pesawat dari negara Barat, dari mana berangkatnya?

Kebanyakan pesawat mereka terbang dari Yordania dan Turki.

Bagaimana koordinasi dalam melakukan penyerangan?

Ada pangkalan udara Amerika di Qatar. Di sanalah ditentukan rencana dan target serangan. Setelah itu dibagi ke beberapa negara yang turut serta.

Apakah kamu pernah bertemu dengan militer dari Amerika?

Tentu pernah. Ada sekitar 200 personil dari Amerika yang saat ini berada di Yordania. Dari jumlah itu ada 17 orang pilot, di antaranya ada seorang pilot wanita. Sisanya adalah teknisi.

Apakah kamu tahu apa yang akan dilakukan ISIS kepadamu?

Iya, mereka akan membunuhku. (msa/dakwatuna)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Koalisi AS Gempur Benteng Terakhir ISIS di Suriah

Organization