Topic
Home / Berita / Nasional / Soal King Suleiman, KPI akan Beri Sanksi Jika..

Soal King Suleiman, KPI akan Beri Sanksi Jika..

Serial King Suleiman (voa-islam)
Serial King Suleiman (voa-islam)

dakwatuna.com – Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta untuk melakukan penilaian terhadap serial drama King Suleiman yang ditayangkan stasiun ANTV yang dimulai sejak Senin lalu. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Fajar Arifianto Isnugroho, Kamis (25/12).

Menurut Fajar, KPI tak bisa langsung memberikan tindakan, kompetensi MUI diperlukan karena King Suleiman ini bersinggungan dengan muatan religi. “Tunggu penilaian MUI dulu,” kata Fajar seperti yang dikutip dari Tempo.co, Kamis (25/12). KPI, kata Fajar akan melakukan pleno menentukan sikap lembaga setelah hasil penilaian MUI.

KPI, kata dia, bisa saja memberikan sanksi administrasi. “King Suleiman bisa tetap tayang tapi dengan memperbaiki kontennya,” kata dia. Atau, ujar dia, KPI bisa memberikan sanksi ekstrem, “yakni berupa penghentian siaran.”

Dia mengungkapkan, KPI bakal secara proporsional memberikan keputusan terhadap tayangan King Suleiman. KPI, kata dia, menjembatani kepentingan masyarakat yang protes film King Suleiman dan pihak ANTV.

“Terlalu dini kalau ANTV dianggap mengaburkan sejarah,” kata Fajar. Rabu lalu, ANTV juga telah memenuhi panggilan KPI menjelaskan ihwal protes dari masyarakat lantaran penayangan King Suleiman tersebut.

Sebelumnya, film King Suleiman menuai protes netizen di media sosial. King Suleiman tidak sesuai dengan cerita sebenarnya dalam sejarah dan nampak mengaburkan fakta.

Serial King Suleiman di ANTV justru mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah. “Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi.” (tempo/abr/dakwatuna)

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Seluruh Indonesia Gelar Silaturahim Bersama di Jakarta

Figure
Organization