Home / Berita / Internasional / Amerika / Pekerja Laboratorium AS Dipantau karena Kemungkinan Terpapar Ebola

Pekerja Laboratorium AS Dipantau karena Kemungkinan Terpapar Ebola

Centers for Disease Control and Prevention (bbc.co.uk)
Centers for Disease Control and Prevention (bbc.co.uk)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Seorang teknisi laboratorium AS berada dalam pemantauan kemungkinan terpapar virus Ebola, seperti disampaikan oleh Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (Centers for Diseases Control and Prevention/CDC), sebagaimana diberitakan BBC (26/12/2014).

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan teknisi tersebut bekerja di CDC di Atlanta ketika terjadi kesalahan pemindahan sebuah sampel Ebola dari satu laboratorium ke laboratorium yang lain.

Pekerja ini akan monitor selama 21 hari. Seorang juru bicara CDC mengatakan tidak ada risiko penularan kepada publik. Direktur CDC mengatakan dia “menghadapi masalah” karena insiden tersebut.

“Saya telah diberi perintah bahwa akan ada sebuah kajian terhadap setiap aspek dalam insiden tersebut dan bahwa CDC telah mengambil langkah yang diperlukan,” kata Tom Frieden.

“Risiko bagi staf ini tidak dapat diterima, dan upaya kami adalah peningkatan keselamatan laboratorium sangat penting – keselamatan pekerja kami adalah prioritas tertinggi kami.”

Ebola dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh. Virus ini telah menewaskan 7.500 orang di Afrika Barat, sebagian besar di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Pemantauan terhadap teknisi ini merupakan kasus yang kedua dalam tahun ini, dan CDC akibat masalah keselamatan laboratorium ini menyebabkan CDC harus melakukan langkah pencegahan.

Pada Juni lalu, lebih dari 50 orang pekerja diberi suntikan antibiotik sebagai upaya pencegahan setelah kemungkinan terpapar strain yang mematikan dari virus anthrax. (bbc/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Rawan Imigran, Trump Kirim Ribuan Tentara ke Perbatasan