Home / Berita / Nasional / Direktur PSQ: Jangan Ada Pemaksaan Pegawai Muslim Pakai Atribut Natal

Direktur PSQ: Jangan Ada Pemaksaan Pegawai Muslim Pakai Atribut Natal

Seorang pegawai toko mengenakan kostum sinterklas.  (facebook.com)
Seorang pegawai toko mengenakan kostum sinterklas. (facebook.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Program di Pusat Studi Alquran (PSQ) Mukhlis Hanafi mengatakan perusahaan, mal ataupun plaza tidak boleh melakukan pemaksaan kepada pegawainya yang Muslim untuk memakai atribut natalan.

“Jangan ada unsur pemaksaan kepada pegawai Muslim untuk memakai atribut natalan tersebut,” kata Mukhlis dikutip dari ROL, Selasa (16/12/14).

Banyak pihak menilai atribut agama merupakan bagian dari syiar suatu agama. Menurut Mukhlis, perusahaan, mal ataupun plaza tidak diperbolehkan untuk memaksakan pegawai Muslimnya untuk mengenakan atribut suatu agama tertentu untuk merayakan hari raya natal.

“Itu melanggar hak asasi manusia dalam beragama dan berkeyakinan,” ujar Pakar Alquran UIN Syarif Hidayatullah tersebut.

Namun, bila terjadi ancaman pemecatan ataupun sebagainya secara tertulis, para pegawai Muslim berhak untuk melaporkannya kepada lembaga Islam ataupun Majelis Ulama Indonesia. Tetapi bila mereka yang takut untuk melaporkannya, Mukhlis menilai mereka boleh mengikutinya asalkan hatinya dan keimanannya selalu berpegang teguh pada Islam. “Bila tidak pemaksaan bagi pegawai Muslim tidak usah mengenakan atribut natalan,” kata Mukhlis. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Fatwa MUI

Dianggap Membuat Kegaduhan, MUI Beri Penjelasan Terkait Fatwa Atribut Natal

Figure
Organization