Topic
Home / Berita / Nasional / Di Oman Miras Hanya Dikonsumsi Non-Muslim, Bagaimana di Indonesia?

Di Oman Miras Hanya Dikonsumsi Non-Muslim, Bagaimana di Indonesia?

Peredaran dan Konsumsi Miras di Masyarakat semakin marak (bisnis.com)
Peredaran dan Konsumsi Miras di Masyarakat semakin marak (bisnis.com)

dakwatuna.com – Muskat.  Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim seharusnya belajar pada Pemerintah Oman mengenai pengelolaan produksi dan peredaran Minuman Keras (Miras).

Pemerintah Oman secara resmi mengeluarkan rekomendasi larangan mengkonsumsi alkohol bagi warganya.

Badan Penasehat Negara Oman mengatakan jika disetujui langkah tersebut dapat memengaruhi rencana perluasan sektor pariwisata.

“Semua aktivitas yang berhubungan dengan alkohol baik produksi, distribusi, perdagangan maupun konsumen akan dikenai hukuman ,” dilansir Alarabiya, dikutip dari ROL, Kamis (11/12/14).

Namun, hal ini diakui baru bersifat rekomendasi dan belum memiliki dasar hukum. Dikhawatirkan, larangan ini dapat menurunkan pasar wisatawan asing.

Menurut pemerintah setempat, orang yang kedapatan memproduksi, mengkonsumsi atau menjual alkohol tanpa izin akan dipidana dengan hukuman penjara antara enam bulan dan tiga tahun. Atau, denda minimal 779 Dollar Amerika.

Saat ini, Oman sedang melakukan upaya memperluas sektor pariwisata. Oman ditargetkan menjadi tujuan utama untuk pariwisata kapal pesiar.

Maka, ijin untuk membeli dan minum alkohol hanya dikeluarkan untuk non-Muslim. Pada dasarnya, larangan alkohol hanya dibatasi untuk penduduk asli Oman.

Salah satu pejabat dari Kementerian Pariwisata Oman, Maitha Al Mahrooqi, mengatakan meskipun ada kemungkinan diberlakukannya larangan tersebut, Oman akan terus menyambut orang-orang yang datang dari seluruh dunia. “Kami mungkin meningkatkan beberapa aturan tapi bukan untuk melarangnya” tegas Maitha.

Sementara di Indonesia, Miras dapat diperoleh dimana saja bahkan ada wacana dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama untuk membebaskan produksi miras yang berizin. Ahok beralasan maraknya peredaran miras oplosan karena produksi dan penjualan miras berizin dibatasi. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Menlu Oman Sebut Israel Salah Satu ‘Negara’ di Timur Tengah

Organization