Topic
Home / Pemuda / Cerpen / Sebongkah Cinta dan Seteguk Racun

Sebongkah Cinta dan Seteguk Racun

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Love, Cinta, Valentinedakwatuna.com – Cinta adalah sebuah kata yang sangat akrab dengan kita, dengan cinta kita hadir, dengan cinta kita tumbuh dewasa, dengan cinta kita belajar dan dengan cintalah semua kehidupan yang kita jalani.

Menurut Hani definisi cinta adalah suatu ungkapan kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan suatu balasan.

Hani pernah berpikir kalau cinta itu adalah sebuah energi yang sangat tinggi pengaruhnya dalam kehidupan, dengan cinta kita bisa memiliki sesuatu dan dengan cinta hidup bisa lebih terbantu dan dengan cinta jua lah kita bisa menentramkan hati, cinta merupakan anugerah yang Allah berikan kepada setiap makhluk, setiap pribadi akan punya cara tersendiri dalam menempatkannya, baik dalam tempat yang indah yang suatu saat apabila kita melihatnya akan membuat mata tak pernah bosan memandangnya dan hati begitu damai merasakannya, atau di tempat yang tidak indah, di mana banyak pengganggu yang bisa merusak pandangan dan hati gersang melihatnya. Ingin rasanya merasakan cinta, begitulah ucapan seorang anak ketika ditanya tentang cinta.

“Masa iya belum pernah merasakan cinta sama sekali? Bukannya kita selalu hidup dengan cinta…? Apa sih sebenarnya cinta yang kita maksud dan cinta seperti apakah yang selama ini yang kita sudah jalani? Sebegitu hampakah hidup ini sampai-sampai tidak pernah merasakan cinta?” Tanya Hani dalam hati. Wallahu’alam

Hani jadi bingung setelah mendengar ucapan seorang adik kelas yang sangat lugunya berbicara seperti itu.

Cinta… Di mana kah engkau cinta,….?

Masihkah ada kata-kata seperti itu yang sering kita dengar?

Terkadang Hani berpikir apakah cinta itu harus dicari? Kenapa semua orang mempertanyakan tentang keberadaan cinta. Begitu banyak Hani melihat orang tersakiti karena cinta, kalau sudah tahu sakit kenapa dilanjutin ya…?? Begitula pertanyaan-pertanyaan yang terlontarkan dalam benak Hani. Suatu ketika seorang sahabat mengadu kepada Hani tentang pacarnya yang sering menyakiti dia dan dia sampai menangis-nangis dengan sangat sedih karena diputisin pacarnya, ”lho kok malah menangis..?? Malah senang donk, kan nggak ada lagi yang bisa marahin kamu,” ucap Hani tanpa merasa bersalah.

“Han, karna kamu belum merasakan cinta makanya kamu bisa berkata seperti itu, coba kalau kamu di posisi aku pasti kamu tidak bisa” jawab dia

“Weelaah kok malah saya disemprot toh mbak,..??” jawab Hani sambil bercanda.

“Lagian siapa suruh kamu pacaran, apa sih arti pacaran yang kalian jalani itu..??” Tanya Hani dengan lugunya.

“Lama-lama capek juga ya ngomong sama orang yang tidak pernah merasakan cinta seperti kamu” jawab sahabat Hani sambil berlalu.

Hani maklum dengan jawabannya karena dia lagi kesal dan belum bisa berpikir tenang sehingga bawaannya marah-marah terus, tapi Hani tidak bisa menerima pernyataan kalau diri nya belum pernah merasakan cinta, kalau saya tidak merasakan cinta kenapa saya bisa hidup sampai sekarang, paling tidak saya merasakan cinta dari kedua orang tua saya jawab Hani dalam hati. Terkadang Hani bingung sebenarnya cinta yang seperti apa yang teman-temannya inginkan, apakah cinta dari Allah swt dan cinta kedua orang tua tidak cukup buat mereka sehingga mencari cinta di luar dari itu?

“Hani saya mau curhat”

kata seorang teman kepada Hani, “curhat tentang apa??” Tanya Hani,

“Curhat tentang seorang mantan pacar saya yang dulunya kami sempat pacaran beberapa tahun dan begitu dekat, bahkan saking dekatnya keluarga kami sudah saling mengetahui dan saya juga sering main-main ke rumahnya, kenal sama papa dan mamanya, tapi tidak tahu kenapa kami akhirnya putus karena sebuah masalah yang tidak pernah terselesaikan. Dia selingkuh dengan cewek lain dan dia sangat pandai untuk menyembunyikan semuanya dari saya, suatu ketika cewek tersebut menelpon saya dan minta kenalan dengan saya dia bilang dia pacaranya Dani, saya sangat kaget mendengarnya dan sampai-sampai tidak percaya, kemudian saya langsung menelpon Dani untuk menanyakan kabar tersebut, awalnya Dani tidak mau mengakui kesalahannya, tapi setelah saya paksa-paksa akhirnya dia mengaku kalau mereka memang pacaran. Di saat itu jari-jari saya seakan-akan terlepas dari pergelangan tangan dan dunia sepertinya berhenti berputar, saya tidak bisa menerima semua kenyataan itu, saya minta Dani untuk memilih tapi dia tidak bisa untuk memilih alasannya karena dia mencintai kedua-duanya. Saya yang akhirnya mengalah dan saya rela dengan semua itu asal Dani bahagia, saya juga akan turut bahagia walaupun hati saya begitu terluka. Semenjak itu saya berusaha untuk menjauh dari dia dan memutuskan komunikasi walau terkadang rasa rindu di hati saya begitu membucah untuk menghubungi dia, tetapi saya tetap menjaga harga diri saya di depannya untuk tidak menghubungi dia lagi, nah sekarang dia selalu saja menghubungi saya duluan, dia selalu bilang kangen sama saya, jadinya saya tidak bisa menahan perasaan saya sama dia yang sudah saya pendam beberapa bulan lalu. Setiap kami komunikasi pasti ada perasaan yang dulunya timbul kembali menjadi bait-bait tersendiri yang indah untuk dirangkai kembali menjadi satu. Tapi itu tidak mungkin karena dia sudah punya pacar dan dia tidak mau memutuskan pacarnya karena tidak bisa memilih saya atau pacarnya.”

“Jadi permasalahnnya sekarang apa..?” Tanya Hani

“Saya sayang sama dia dan juga sebaliknya dia sayang sama saya tapi saya tidak punya status hubungan sama dia, saya harus bagaimana donk Han..??”

Sambil tersenyum Hani menjawabnya “Perlu ya mencari cinta yang tidak mempunyai kepastian..?? Masih kurangkah cinta yang Allah berikan dan orangtua kita berikan, kalau menurut saya……” dan kalimat Hani terputus. Kemudian Hani melanjutkan pembicaraannya dengan serius…

“Tidak usah menjalani suatu hal yang tidak ada manfaat dan kepastiannya, boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu dan boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, Allah yang mengetahui segala yang terbaik buat kamu, sedangkan kamu tidak mengetahuinya. Lagian ngapain harus takut tidak punya jodoh sehingga harus mencarinya dengan berpacaran bukannya Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan, jadi jangan pernah takut tidak mendapatkan jodoh, bukannya jodoh itu Allah yang menentukan, seberapa lamapun kita berpacaran bukanlah jaminan untuk kita tetap bersatu, kalau kita belum jodoh maka kita tidak akan pernah bertemu. Biarkan semuanya indah pada waktunya, dan kalau menurut saya lebih baik kamu berpikir yang kedua kalinya bila ingin menempatkan cinta. Cinta akan tumbuh dan berkembang di manapun dan pada siapapun, asalkan kita menemukan satu karakter yang kita kagumi dari dirinya.”

“Kalau kamu tidak dianggap, ngapain untuk mempertahankan sesuatu yang tidak bermanfaat buat dirimu lagian tidak akan pernah sempurna jika kita kembali pada masa lalu, Allah tidak mengizinkan umatnya untuk mendekati zina, bukankah Allah telah berfirman dalam Alquran: “Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’:32). Walau kalian sanggup untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam seperti pegangan tangan dan lain-lain tapi belum tentu kalian bisa menahan perasaan serta pikiran, dan hal itu sudah termasuk pada hal yang mendekati zina hati.”

“Nah, sekarang intinya tidak usah menjalani hal yang seperti awal lagi biarkan masa lalu itu berlalu dengan sendirinya, hadapi masa depan dengan lebih baik dan belajar dari kesalahan masa lalu. Kalau kita tidak disibukkan oleh hal-hal yang baik maka kita akan disibukkan oleh hal-hal keburukan, dan kita harus ingat bahwa setiap detik waktu yang kita lalui akan di pertanyakan, serta semua yang kita lakukan akan diputar ulang untuk dipertontonkan kepada semua ummat di yaumil makhsar nanti, Alhamdulilah jika skenario yang kita kerjakan berjalan dengan baik dan melakukan hal yang terbaik, tapi kalau kita menjalankan sesuatu yang melenceng dari skenario Allah apakah kita tidak malu..”

“Iya sih Han tapi, bagaimana saya bisa menghilangkan perasaan ini..??” Tanya kawannya lagi.

“Perasaan itu akan hilang ketika cinta yang kita miliki hanya untuk Allah, tidak ada eksitensi cinta yang lebih utama dan lebih tinggi selain kepada Allah, yakinkan dalam hatimu wahai sahabatku, bahwa pilihan Allah akan terasa lebih indah dibandingkan pilihan mata manusia yang tidak pernah luput dari kekhilafan dan hawa nafsu, biarkan Allah yang akan memilihkan orang-orang pilihan yang terbaik dalam hidupmu dan jika suatu saat mereka mempertanyakan kenapa kamu memilih saya..? Kita bisa menjawab karena Allah, Karena Allah yang telah memilihkanmu buat saya..”

Begitu panjang penjelasan yang dipaparkan oleh Hani kepada temannya sehingga membuat suasana kembali semangat dalam menjalani hari-hari yang akan dilalui. Semua akan terasa lebih indah jika kita mau membuka diri dan berpikir ke depan lebih maju, serta tawakal kepada Allah, dengan setiap usaha yang telah kita lakukan. Hani bisa berkata seperti itu bukan karena Hani tidak pernah merasakan cinta justru karena cinta yang telah mengajarkannya untuk bisa berkata seperti itu, cinta yang selalu dia jaga untuk Rabbnya.

Dulunya Hani juga pernah terjebak dalam pengartian cinta yang salah, cinta yang selalu disertai dengan nafsu yang membelenggu, malah bukan cinta yang didapatkan bahkan racun yang selalu diberikan, semua telah merenggut kehidupan Hani dan masa depan Hani menjadi suram tidak mempunyai titik temu untuk dicapai. Setiap harinya hanya ada kata-kata yang dimanipulasi yang selalu Hani dengar, pikiran-pikiran negatif yang selalu merasuki paradigma Hani. Setiap ketemuan hanya bisa berantam dan terus berantam dari mulai bangun tidur sampai seterusnya hanya ada kehidupan gersang yang Hani dapatkan. Hari-hari yang Hani lalui penuh dengan beban yang tidak pernah terselesaikan, habis oleh waktu yang tidak bermanfaat. Akhirnya Hani sadar walau sadarnya ketika ditegur oleh Allah secara lansung dan dalam keadaan terpaksa semua itu Hani tinggalkan, memang terasa berat untuk dilalui walau semua itu sedikit tenang, tidak ada lagi hari-hari yang mengundang bencana dan murka Allah. Hati yang terkotori oleh cinta yang salah sangat sulit untuk kembali bersih hanya dengan musibah yang akan mengembalikan kesadaran pada hal-hal yang baik dan positif.

Cinta merupakan hal yang begitu penting dalam kehidupan yaitu cinta yang berlandaskan ke pada Allah bukan cinta yang hanya sekedar memperturutkan hawa nafsu, ketika cinta di jalani dengan indah semua hidup akan terasa sangat menentramkan.

Begitu banyak yang bercerita kepada Hani tentang sebuah perjalanan hidup yang tidak indah disebabkan oleh cinta, semua merasa tersakiti karena cinta, cinta yang belum ada ikatan yang halal. “Apakah cinta itu perlu disalahkan,?” Tanya Hani dalam hati.

Bukan cinta yang disalahkan, cinta tetap saja sebuah anugrah tapi individu tersebut yang salah menempatkan cinta, jika terlalu banyak teman-teman Hani sekarang yang mengeluh dan bersedih karena cinta, itu karena mereka belum bisa menempatkan posisi cinta yang semestinya. Cinta yang paling utama hanyalah kepada Allah semata, ketika eksitensi cinta kepada Sang Khaliq sudah tercapai, maka semua hidup akan terasa lebih mudah dan indah. Jangan banyak berharap cinta kepada seorang makhluk yang Allah ciptakan, tapi harapkanlah cinta kepada Sang pencipta manusia itu sendiri. Tiada kata-kata yang indah selain cinta ke Rabbnya, jika cinta kepada manusia yang tidak ada ikatan yang sah maka siap-siap lah untuk menerima racun kehidupan yang akan dijalani.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Nur Azma
Seorang manusia kecil yang bercita-cita menjadi mulia terhadap dunia, pharmacist dan trainer muda.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization