Topic
Home / Berita / Daerah / Hanya Karena Sering Dimarahi, Anak Ini Tega Bunuh Kedua Orang Tuanya

Hanya Karena Sering Dimarahi, Anak Ini Tega Bunuh Kedua Orang Tuanya

ilustrasi (liputan6.com)
ilustrasi (liputan6.com)

dakwatuna.com – Brebes.  Entah apa yang merasuki seorang remaja bernama Tasdik B Warno (19), warga Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini.  Selasa (9/12/14) dini hari tadi, Tasdik tega membunuh kedua orangtuanya di rumah sendiri hanya karena sering dimarahi.

Kedua orangtuanya Warno B Kasnadi (52) dan istrinya Tusminah (45) tewas secara mengenaskan dengan luka parah dikepala akibat sabetan benda tajam.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada pukul 1.30 WIB dini hari ketika Warno tengah tidur di kursi dan tiba-tiba dipukul oleh tersangka menggunakan palu di bagian kepala. Bukan hanya itu, korban juga disayat di bagian pipi menggunakan golok.

Ibu tersangka yang mengetahui peristiwa itu langsung sontak menjerit dan mencoba menolong. Namun sayang, sang ibu, Tusminah justru juga mendapatkan pukulan menggunakan palu dan juga dibacok di bagian kepala.

“Luka parah di bagian kepala membuat kedua orangtua pelaku meninggal dunia langsung,” kata Kasatreskrim Polres Brebes AKP Subhan seperti dikutip dari merdeka.com, Selasa (9/12/14).

Rupanya selain menghabisi nyawa kedua orang tuanya, Tasdik juga membacok dua saudaranya,  Caswiti (35) dan Darlem (55) yang berusaha melerai dan menolong korban namun justru ikut terluka.
Darlem dibacok di bagian kepala saat akan menolong ibu tersangka. Sedang korban Caswiti dilempar dengan batu bata hingga mengalami luka di pipi. Keduanya dibawa ke RS Dera As-Syifa Banjarharjo untuk mendapat perawatan.

AKP Subhan mengungkapkan, tersangka berhasil ditangkap anggota Polsek dan Polres setempat. Penangkapan dilakukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan selanjutnya dibawa ke Polres.

 

Kasatreskrim Polres Brebes AKP Subhan mengatakan, tersangka ternyata memiliki riwayat pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Magelang dan Banyumas pada 2013.

“Namun, untuk lebih memastikan kami menunggu pemeriksaan dari petugas Psikologis Dikdokes Polda Jateng,” ujarnya.

Saat ini kasus pembunuhan anak terhadap kedua orangtuanya itu masih dalam penanganan Polres Brebes. Pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP, menyita barang bukti berupa palu, golok dan sebuah batu yang digunakan memukul korban serta meminta keterangan kepada tiga orang saksi.

“Ketiganya merupakan saksi yang mencoba untuk melerai yang masih saudara korban dan pelaku,” terang Subhan. (merdeka/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Figure
Organization