Topic
Home / Berita / Opini / Lawanlah dengan Ilmu, Bukan Cuma Sekadar “Pepesan Kosong”

Lawanlah dengan Ilmu, Bukan Cuma Sekadar “Pepesan Kosong”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Para pengkritik tulisan-tulisan saya yang dimuat di beberapa media online, saya ucapkan banyak terimakasih untuk setiap kritikan serta masukkannya terhadap tulisan-tulisan saya tersebut. Walaupun seringkali saya perhatikan banyak di antara para kritikus itu yang cuma asal “ngoceh” tanpa didasari ilmu ataupun data yang valid. Pokoknya mereka mengkritik, terlepas mau benar atau salah isi kritikannya itu.

Adapun yang lebih parah lagi sekaligus bodoh dan picik menurut saya, yaitu mereka selalu menghubung-hubungkan semua tulisan saya dengan PKS. Padahal banyak di antara tulisan saya tersebut yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Partai Kesayangan Saya (PKS). Seperti contoh tulisan saya tentang FPI dan Ahok, yang di situ saya benar-benar melepaskan diri saya dari semua atribut yang berbau PKS. Tapi mereka tidak  mau tahu.

Sementara itu tulisan-tulisan saya tentang Jokowi, hohoho…itu jangan ditanya lagi, tiada ampun di mata mereka. Saya dan PKS merupakan musuh besar mereka, dibully habis-habisan secara membabi-buta itu sudah menjadi hal yang sangat biasa buat saya. Ada lagi yang tak kalah anehnya adalah mereka tak segan-segan menghajar atau mengecam media yang memuat tulisan-tulisan saya tersebut.

Marahkah saya? Kapokkah saya? Jawabannya sudah pasti tidak. Justru sikap mereka itu membuat saya kian termotivasi untuk berkarya dalam bentuk tulisan. Yang sudah tentu akibat dari “bandel”nya saya ini membuat mereka semakin marah, benci dan kebakaran jenggot kepada saya juga PKS. Semua ketidaksukaan itu mereka ungkapkan lewat komen-komen pedas serta konyol mereka dalam tulisan-tulisan saya. Saya pun cuma ketawa saja pada saat membacanya, yang kemudian menerbitkan rasa kasihan saya terhadap orang-orang seperti ini. Sebab cinta buta telah membuat mereka gelap mata dan kehilangan akal sehat dalam berargumentasi. Hanya mengandalkan otot (caci maki) semata, bukan mengandalkan otak mereka.

Padahal jika tidak setuju atau kurang berkenan dengan tulisan-tulisan saya, caranya sangat gampang. Pertama, berhenti mengikuti tulisan-tulisan saya baik yang tersebar di media online maupun status-status saya di facebook (FB). Kedua, jika ingin mengkritik gunakanlah cara serta bahasa yang santun, karena sebagian besar dari mereka ngakunya orang-orang yang berpendidikan. Ketiga, buatlah tulisan-tulisan tandingan yang setara sebagai counter terhadap tulisan saya tersebut.

Misalnya buatlah sebuah tulisan keren yang mengangkat tema tentang “kehebatan” seorang Jokowi atau Ahok. Lalu kirim ke media-media online, agar orang bisa membaca jalan pikiran anda. Tapi ingat, harus merupakan tulisan asli (original) bukan cuma sekadar copy-paste (copas), ataupun mengedit dari tulisan/berita yang sudah lebih dulu ada. Jangan lupa sertakan juga data-datanya, sebagai penguat tulisan. Silahkan dicoba…

Singkat kata, mari kita “bertarung” secara fair dan terbuka. Jangan cuma bisanya mengkritik serta mengecam karya-karya orang lain saja, namun di satu sisi tak pernah sekalipun membuat sebuah tulisan sebagai bahan tandingan atau perbandingan. Jika itu kalian lakukan, tentu akan jauh lebih elegan dan diskusi kita pun akan menjadi lebih hangat serta berisi. Bukan cuma sekadar pepesan kosong belaka, atau tong kosong yang nyaring bunyinya.

Dengan kata lain, jurnalisme dilawan dengan jurnalisme pula. Ilmu dilawan dengan ilmu, itu baru “hebat” namanya dan seimbang perlawanannya. Jangan cuma bisanya bersembunyi di balik topeng kepengecutan, atau berbangga hati dengan baju kebodohan dan kesombongan…!!!

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ibu rumah tangga dengan 5 orang anak.Terus berkarya, baik dalam diam maupun bergerak, tak ada kata berhenti sampai Allah yang menghentikannya, tetap tegar walau badai menghadang.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization