Topic
Home / Berita / Nasional / Dalam Sebulan Berhasil Pasang 1.241 Kaki dan Tangan Palsu, Kemensos Raih Rekor MURI

Dalam Sebulan Berhasil Pasang 1.241 Kaki dan Tangan Palsu, Kemensos Raih Rekor MURI

Salah seorang penerima bantuan kaki palsu dalam ekpedisi kemanusiaan kemensos 2014.  (payakumbuhkota.co.id)
Salah seorang penerima bantuan kaki palsu dalam ekpedisi kemanusiaan kemensos 2014. (payakumbuhkota.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Perjalanan darat Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal Kementerian Sosial yang dimulai dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan berakhir di Nusa Tenggara Timur mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) diberikan untuk prestasi Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) dalam pemasangan kaki dan tangan palsu terbanyak dalam sebulan bagi para penyandang disabilitas.

“Kami bangga atas penghargaan dari Muri untuk prestasi pemasangan kaki dan tangan palsu. Tentu saja, hal itu menjadi cambuk dan dorongan agar lebih baik di masa mendatang, ” kata Dirjen Rehabilitasi Sosial, Samsudi, usai menerima penghargaan Muri pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (5/12/2014).

Saat itu, dalam sebulan perjalanan darat tersebut, Tim EKKM Kementerian Sosial (Kemensos) 2014 berhasil memasang kaki dan tangan palsu dengan jumlah fantastik, yaitu 1.241 buah.

Tim EKKM diketuai Direktur Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan (Rehsos-ODK), Nahar, yang berhasil menjangkau sebanyak 16 provinsi dan 81 kabupaten/Kota.

“Berdasarkan data Kemensos pemasangan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas dilaksanakan di 16 kabupaten/kota yang dijangkau dalam perjalanan darat tersebut, ” jelasnya.

Tim EKKM 2014, terdiri unsur dari Kemensos, yang dibantu pemerintah daerah (pemda) setempat yang dilalui dan dijangkau, mitra kerja, unsur pemuda, dunia usaha, tokoh masyarakat dan agama, dan sebagainya.

Selama dalam perjalanan darat tim melakukan penjangkauan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), terutama menemukenali atas permasalahan yang tidak terdata dan terprogram dalam penanganan reguler.

“Tidak hanya menemukenali permasalahan PMKS, tapi juga berupaya memberikan dan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai masalah yang ditemukan di lapangan, ” tutupnya. (detik/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pengunjung Membludak, Pameran Buku di Aljazair Dikunjungi 2,3 Juta Orang

Figure
Organization