Home / Berita / Nasional / Tolak Pendirian Kantor Hamas, Jokowi Kembali Ingkar Janji

Tolak Pendirian Kantor Hamas, Jokowi Kembali Ingkar Janji

Jokowi saat kampanye di depan ribuan massa pendukungnya.  (mediaindonesia.com)
Jokowi saat kampanye di depan ribuan massa pendukungnya. (mediaindonesia.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Satu persatu janji kampanye Presiden Joko Widodo mulai diingkari, salah satunya adalah janji untuk mendukung penuh perjuangan Palestina meraih kemerdekaan. Namun nampaknya janji tersebut tidak akan ditepati, sebab pemerintah Jokowi menolak HAMAS, mendirikan kantor di Indonesia.

“Kami menolak pembukaan kantor Hamas. Kan sudah ada Kedutaan Palestina,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, Senin (1/11/14).

Berbeda dengan beberapa negara yang sudah lebih dahulu menyetujui pedirian Kantor Hamas walaupun sudah ada kedutaan Palestina disana. Sejumlah negara tersebut diantaranya Rusia, Jerman, Lebanon, Pakistan, Qatar, dan Malaysia.

Tindakan pemerintah Jokowi pun bertolak belakang dengan sikap DPR RI yang menyambut hangat rencana pembukaan kantor tersebut. Pada tanggal 28 November pekan lalu, Setya Novanto menerima kunjungan Kepala Biro Politik Hamas Abu Umar Muhammad.

Dalam pertemuan tersebut Novanto menyampaikan dukungannya atas rencana pendirian Kantor Hamas di Indonesia. Hal senada diungkapkan Mahfudz Siddiq Komisi I DPR. Ia berpendapat bahwa pembukaan Kantor Hamas adalah salah satu upaya mendukung kemerdekaan Palestina.

Oleh karena itu rencana Hamas membuka kantor cabang di negeri ini perlu direalisasikan. Mengingat Palestina telah turut aktif dalam memberikan dukungan terhadap kemerdekaan NKRI. Menjadi hal yang wajar jika Indonesia melakukan tindakan yang sama. Mendukung kemerdekaan Palestina.

Beberapa masyarakat pun menyayangkan penolakan pemerintah tersebut, salah satunya disampaikan oleh Ihsan.

“Apa ini artinya ingkar janji lagi? Janjinya dulu kan dukung Palestina. Tapi saya coba Husnudzan saja. Semoga dugaan saya salah,” Rabu (3/11).

Selain Ihsan, ada juga Rahman (61) yang kecewa dengan kebijakan tersebut. Rahman berpendapat bahwa kebijakan presiden banyak yang pro non-muslim. Padahal negara ini mayoritas berpenduduk Islam.

“Ada-ada saja Presiden itu. Kan dulu janjinya mau dukung Palestina merdeka. Eh sekarang nolak. Saya sebenarnya sudah duga. Banyak kebijakannya yang pro pada non-muslim,” kata Rahman.

Menurutnya hal tersebut dibuktikan melalui negara apa yang pertama dikunjungi di era pemerintahan Jokowi. Padahal Palestina negara yang dimasukkan dalam janji pemilu. Tapi sampai sekarang tidak ada kunjungan ke sana. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

  • abu syahdan

    Dukungan setengah hati

  • Ahmad Bisri

    Wong Waktu Disumpah Jadi Gubernur Jakarta Aja Dia Berani Sumpah Janji Demi Alloh Akan Menjalankan Tugas Sebagai Gubernur Selama 5 Tahun Aja Bohong ,Apa Lagi Ini

Lihat Juga

Ulama Palestina Sampaikan Keutamaan Masjid Al Aqsa Kepada Ratusan  Mahasiswa IPB