Home / Berita / Daerah / Polri: Tidak Ada yang Terlindas Water Canon

Polri: Tidak Ada yang Terlindas Water Canon

Mahasiswa UMI saat terjadi bentrok dengan polisi (Moeh Bakrie/Okezone)
Mahasiswa UMI saat terjadi bentrok dengan polisi (Moeh Bakrie/Okezone)

dakwatuna.com – Jakarta. Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar membantah ada korban tewas terlindas water canon (mobil penyemprot air) saat pembubaran unjuk rasa di Makassar, Kamis (27/11) malam. Dia berdalih warga yang tewas itu karena terinjak massa.

“Korban tewas karena terinjak saat massa unjuk rasa dibubarkan dengan mobil penyemprot air. Pola lukanya berbeda bila tertabrak oleh water canon, bisa dibuktikan melalui otopsi,” kata Boy, seperti yang dikutip dari ROL, Jumat (28/11) pagi.

Boy mengungkapkan, Polri telah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan unjuk rasa yang akhir-akhir ini selalu berakhir bentrok. Salah satunya, kata Boy, adalah dengan mengumpulkan para rektor perguruan tinggi di Makassar untuk berdiskusi.

“Mudah-mudahan mahasiswa bisa lebih elok dalam mengisi denokrasi ini dengan tidak berunjuk rasa yang tidak anarkis,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagaimana yang dikutip dari okezone.com, adanya warga yang tewas saat pembubaran aksi unjuk rasa bernama Ari atau Muhammad Arief (18), warga Pampang, Makassar. Korban dikabarkan tewas karena terlindas water canon.

Sementara itu, polisi memasuki area kampus dan menembakkan gas air mata secara membabi buta, bahkan sampai ke area masjid kampus meski sedang berlangsung Salat Isya. Sasarannya tak hanya mahasiswa, tapi juga dosen. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Rutan Mako Brimob Terkendali, DPD Beri Doa dan Apresiasi Buat Polri

Organization