Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kebaikan Menikah

Kebaikan Menikah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Rudi Trianto)
Ilustrasi. (Rudi Trianto)

dakwatuna.com – Menikah adalah Fitrah insani. Menikah adalah sebuah wadah yang kokoh bagi setiap insan untuk menyemai benih cinta dan kasih sayang kepada pasangan jenisnya. Dengan menikah, seseorang akan merasakan ketenangan tanpa harus merasa hina dan berdosa dihadapan Sang Pencipta karena rasa yang dimilikinya terhadap lawan jenis.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum: 21).

Sungguh Allah SWT menginginkan kita meletakkan pondasi rumah tangga (pernikahan) berlandaskan pada kesucian dan ketenangan jiwa. Jika rumah tangga diletakan di atas kedua landasan ini, Insya Allah kita akan mudah membina sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. Dan Insya Allah rumah tangga akan senantiasa berada dalam naungan cahaya ridha dan petunjuk dari Allah SWT.

Pada akhir ayat di atas, Allah SWT mengisyaratkan, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa pondasi rumah tangga pun harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan logis. Bukan hanya pada pembenaran yang menurutkan perasaan dan emosi sesaat. Pemikiran yang jernih, sejatinya dapat membuat kita melihat ke depan lebih jelas, dari segala aspek sisi kehidupan yang akan dihadapi dalam berumah tangga. Dan harus diakui, logika cenderung lebih dapat dijadikan dasar pijakan yang kuat untuk menjalani kehidupan berumah tangga yang tak selalu berjalan seindah seperti yang dibayangkan.

Kita mengetahui bahwa secara syariat menikah dinilai sebagai sebuah salah satu bentuk ibadah, karena segala sisi kehidupan dalam pernikahan mengarahkan manusia pada kesucian diri dari bermaksiat kepada Allah. Dan banyak lagi kebaikan-kebaikan yang kita dapatkan dari menikah.

Dengan menikah, seorang mukmin akan memperoleh kekhusyukan dalam keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Pemuda yang membujang akan berbeda kualitas ibadahnya bila dibandingkan dengan mereka yang telah menikah. Dengan menikah, mereka akan lebih tenang dalam mencintai Allah tanpa harus merasa berdosa, karena ia mencintai pasangan yang telah halal baginya. Tersempurnakannya separuh agama adalah ganjaran bagi mereka yang menikah karena Allah SWT.

Jadi bagi kita yang masih gadis dan membujang, segeralah menikah karena menikah adalah satu-satunya cara yang diridhai Allah SWT untuk membangun kehidupan yang mulia dalam pandangan-Nya.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 6,00 out of 5)
Loading...
Avatar
Hamba Allah yang ingin berbagi dan menyucikan diri.

Lihat Juga

Muhasabah, Kebaikan untuk Negeri

Figure
Organization