Home / Berita / Silaturahim / Galau Dalam Kesiapan Menikah? Awas Salah Tempatkan Prioritas

Galau Dalam Kesiapan Menikah? Awas Salah Tempatkan Prioritas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kajian “Mempersiapkan Bekal Menuju Pernikahan Barokah” ITJ Bekasi, di Masjid Al-Azhar, Bekasi, Jawa Barat
Kajian “Mempersiapkan Bekal Menuju Pernikahan Barokah” ITJ Bekasi, di Masjid Al-Azhar, Bekasi, Jawa Barat

dakwatuna.com – Bekasi. Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Chapter Bekasi kembali mengadakan kajian di Masjid Al Azhar Summarecon Bekasi pada Ahad, (23/11). Sedikit berbeda dari biasanya, kali ini ITJ Bekasi mengangkat tema “Mempersiapkan Bekal Menuju Pernikahan Barokah”. Acara yang dimulai pada pukul 12.30 WIB itu, menghadirkan penulis buku Aisyah dan Maisyah, Ustadz Ahmad Ghozali, sebagai narasumber.

Ketua Pelaksana Aji Suswantoro mengatakan dalam sambutannya mengapa ITJ Bekasi mengambil tema tentang bekal menuju pernikahan barokah.

“Menikah adalah gerbang awal dari menciptakan dan mendidik generasi penerus. Maka ITJ Bekasi hadir memfasilitasi para pemuda dan pemudi untuk memberikan pemahaman yang lurus terkait pernikahan. Agar tidak salah dalam memilih pasangan (lurus aqidahnya), menjalani proses taaruf, hingga sampai pada tahap pernikahan yang barokah,” ujar Aji Suswantoro.

Dengan mengambil tema yang cukup menarik, ITJ Bekasi mampu menghadirkan peserta yang banyak dan memenuhi masjid.

“Di luar dugaan saya, bahwa antusias peserta yang datang begitu tinggi. Hingga masjid yang digunakan sebagai tempat acara tidak mampu menampung gelombang peserta yang tak henti-hentinya berdatangan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa peserta yang hadir hampir 70% adalah perempuan, dia berujar, ini menandakan perempuan sudah lebih siap dibanding para pria. “Seperti yang dikatakan oleh Ustadz Ahmad, banyak perempuan yang sudah siap untuk menikah, namun para laki-laki masih mojok saja di masjid kebingungan antara aisyah atau maisyah dahulu yang dicarinya,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagaimana pembicara, ustadz Ahmad berpesan kepada peserta yang masih galau terhadap kesiapan financial, agar menimbang ulang ukuran kesiapan tersebut, beliau khawatir mereka yang galau hanya salah menempatkan prioritas saja.

“Kesiapan secara financial itu ukurannya seperti apa? Jangan sampai salah menempatkan prioritas, prioritas kita secara financial adalah bagaimana memenuhi nafkah setelah menikah, bukan bagaimana menyiapkan dana saat pernikahan (resepsi). Resepsi itu hanya sekali, tapi menanggung nafkah seumur hidup,” jelas Ustadz Ahmad, Penulis sekaligus Konsultan Keuangan Syariah Financial Planner Syariah itu.

Antusiasme peserta sangat tinggi, ini terlihat dari kehadiran dan respon dalam bertanya saat selesai ustadz Ahmad memaparkan materinya.

“Acara, tema, serta pembicaranya menarik dan bagus sekali. Sampai bisa menghadirkan ratusan orang di masjid al Azhar ini, tapi sayang kami yang berada di lantai atas tidak bisa ikut memberikan pertanyaan,” ungkap Hafidhah Shofwahur Rahma, salah seorang peserta yang hadir pada kajian ini. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Seminar Nasional Kemasjidan, Masjid di Era Milenial