Home / Berita / Internasional / Amerika / Apa Hendak Dikata, Baru Dinyatakan Tidak Bersalah Setelah Habiskan 39 Tahun di Penjara

Apa Hendak Dikata, Baru Dinyatakan Tidak Bersalah Setelah Habiskan 39 Tahun di Penjara

Wiley Bridgeman dan Ricky Jackson (abcnew.go.com)
Wiley Bridgeman dan Ricky Jackson yang dibebaskan tidak bersalah setelah 39 tahun di penjara(abcnew.go.com)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Seorang laki-laki warga negara bagian Ohio di Amerika Serikat baru dibebaskan dari penjara Jumat kemarin (21/11/2014) setelah menghabiskan umurnya selama 39 tahun di dalam penjara atas dakwaan pembunuhan berencana yang tidak pernah dilakukannya.

Akibat musibah tersebut, warga AS ini tercatat sebagai narapidana paling lama menghabiskan umurnya di penjara yang kemudian dibebaskan setelah diputuskan tidak bersalah atas dakwaan tersebut.

Dalam keterangan pers setelah dibebaskan dari penjara, Ricky Jackson (57 tahun) yang dibebaskan tersebut berkata: “Bagaimana perasaan saya? Sangat tidak biasa. Tidak perlu mengatakannya karena kalian tahu kata-kata tidak dapat mewakili perasaan saya saya. Tapi saya bahagia karena telah bebas saat ini.”

Hakim yang membebaskan Jackson, Richard Mcmonagle, berkata kepada Jacskon sehari sebelum pembebasan dirinya bahwa hidup ini penuh dengan kemenangan-kemenangan kecil, dan yang diperoleh Jackson merupakan salah satunya. Richard Macmonagle adalah anak dari George Mcmonagle, hakim yang memutuskan Jackson dan terdakwa lainnya bersalah.

Laki-laki kedua yang dibebaskan dalam kasus tersebut bernama Wiley Bridgeman (60 tahun) beberapa saat di hari yang sama Jumat kemarin. Sebelumnya pada tahun 2002 Bridgeman telah dibebaskan bersyarat, namun kemudian dimasukkan kembali ke dalam penjara karena melanggar peraturan.

Jackson diputuskan bersalah bersama Bridgeman dan saudara laki-lakinya atas tuduhan membunuh Harold Franks yang bekerja sebagai pegawai bank di wilayah Clevand berdasarkan kesaksian Eddie Vernon (yang berusia 12 tahun ketika itu) bahwa dia melihat kejadian tersebut.

Vernon yang saat ini berusia 51 tahun kemudian menarik kembali kesaksiannya dan menyatakan dirinya tidak pernah melihat kejahatan tersebut, ditambah tidak ada bukti lain yang menguatkan Jackson adalah pelaku pembunuhan tersebut. Saksi lain kemudian menguatkan bahwa Jackson yang saat itu berusia remaja tengah berada di bus sekolah saat kejadian pembunuhan berlangsung.

Sebelumnya Jackson dihukum mati atas dakwaan pembunuhan berencana dalam kasus ini, tetapi dibatalkan di tingkat kasasi karena kesalahan administrasi di berkas-berkas dakwaan. (islammemo/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Pengadilan AS Tangguhkan Perintah Eksekutif Trump Terkait Imigrasi

Organization