Home / Berita / Rilis Pers / PB HMI: BBM Naik Bukti Rakyat Komoditas Politik

PB HMI: BBM Naik Bukti Rakyat Komoditas Politik

Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kenaikan harga BBM Bersubsidi tadi malam, Senin (17/11/14).  (detik.com)
Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kenaikan harga BBM Bersubsidi tadi malam, Senin (17/11/14). (detik.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai telah mengingkari janji ketika masa kampanye untuk tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) membuktikan bahwa rakyat hanya dijadikan komoditas politik saat pencapresan.

“Masih hangat dalam ingatan kita bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji dalam masa kampanye Pilpres 2014 lalu berjanji tidak akan menaikkan harga BBM. Tapi belum ada sebulan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden mereka menaikan harga BBM. Ini membuktikan bahwa rakyat selama ini hanya menjadi komoditas politik. Rakyat hanya digembirakan dengan janji-janji palsu,” kata Ketua Umum Pengurus Besar HMI MPO, Puji Hartoyo, Selasa (18/11).

Dia menjelaskan dengan maraknya aksi penolakan yang terjadi diberbagai daerah, yang pada umumnya dilakukan oleh mahasiswa merupakan sebuah protes terhadap janji-janji manis Jokowi-JK ketika kampanye.

“Aksi protes yang marak ini disebabkan rakyat merasa dipermainkan oleh janji manis penguasa,” ujarnya.

Puji menyatakan, pihaknya masih akan melancarkan protes dengan kebijakan yang memberatkan tersebut. Di Jakarta sendiri, aksi blokade jalan dilakukan oleh sejumlah aktivis HMI di jalan Cikini Raya.

Diketahui, kenaikan harga bbm sendiri terjadi untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar, kenaikannya sekitar 30,7% untuk premium dan 36,3% untuk solar. Harga premium sekarang dari Rp6500 menjadi Rp8500 dan solar dari Ro5500 menjadi Rp7500. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Pemimpin adalah Cerminan Rakyat