Topic
Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Dakwah Kampus Itu Sensasi Inspirasi!

Dakwah Kampus Itu Sensasi Inspirasi!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Episode dakwah kampus akan terus berlanjut, dalam narasi perjuangan pemuda-pemudi yang memilih jalan hidupnya berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Para pemuda-pemudi yang mungkin saja sengaja memilih jalan yang tak dilalui oleh orang banyak. Mungkin jalan ini juga tak ditengok para kawula muda perkotaan yang disibukkan oleh kegiatan mengejar perkembangan zaman yang diidentikkan dengan lifestyle. Bahkan kawula muda pedesaan pun menganggap perlu untuk meniru pemikiran kawula muda perkotaan. Namun, baik kawula muda perkotaan maupun kawula muda pedesaan, di antara mereka ada pula yang memilih menulis narasi mereka dengan narasi perjuangan. Sebuah narasi yang kelak akan menjadi tinta emas sejarah, meskipun pada saat ini belum banyak yang memahaminya. Episode dakwah kampus adalah serangkaian jalan yang telah dipilih oleh para pemuda-pemudi ini.

Pemuda-pemudi yang memilih untuk berkontribusi ini, menganggap bahwa saat ini tak ada waktu lagi untuk mengeluh, meratap, mengutuk kegelapan, mencerca kondisi tak ideal, dan tak optimis memandang realita. Pemuda-pemudi ini lebih memilih secara perlahan untuk mengubah lifestyle mereka yang cenderung sekuler dan materialis. Perlahan tapi pasti, karena perubahaan itu bertahap, dan perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Karena perubahan itu adalah keniscayaan, berarti hanya ada dua hal yang menjadi arah perubahan. Arah perubahan dalam diri manusia hanya ada dua kemungkinan, berubah menjadi lebih baik atau berubah menjadi semakin buruk. Life is a choice kawan! Pilihlah perubahan mana yang pantas untuk engkau pilih lalu engkau tempuh jalannya. Perubahan ke arah lebih baik, kebanyakan terjadi di usia-usia produktif. Salah satu faktor penyebab perubahan ini adalah dakwah kampus. Celupan dan sentuhan dakwah kampus merubah pola pikir para pemuda-pemudi ini, perubahan yang cukup drastis.

Sungguh beruntung mereka yang telah tersentuh dakwah kampus, lalu kemudian menjadi pejuang-pejuangnya. Pejuang yang tak kenal lelah. Meskipun kerja-kerja mereka terkesan monoton, lebih suka kegiatan-kegiatan seremonial. Mungkin inilah yang perlu dievaluasi di kalangan aktivis dakwah kampus. Aktivis dakwah kampus yang penulis amati luar biasa semangatnya untuk perubahan, tetapi substansi dari dakwah kampus itu sendiri masih sulit untuk dipahami dan dipraktekkan. Meskipun seperti itu kondisinya, para pejuang-pejuang dakwah kampus ini tetap mampu menjadi sumber inspirasi.

Dakwah kampus itu sensasi inspirasi, mampu memberikan sensasi di kalangan akademisi dan civitas akademika dan pada saat yang sama mampu menjadi sumber inspirasi. Tiga lini utama dakwah kampus barangkali perlu untuk diketahui dan dipahami kembali bagi yang sudah mengetahuinya. Lini yang pertama adalah lini da’wi, lini untuk mencetak kader-kader dakwah kampus yang militan dan kapasitas ilmu agama yang mumpuni. Lini kedua adalah lini siyasih, selain menghasilkan kader-kader dakwah kampus yang mumpuni di bidang agama, kader-kader dakwah kampus tipe siyasih juga dibutuhkan dan perlu dijaga keberlangsungan regenerasinya. Kader-kader dakwah kampus tipe siyasih adalah mereka para politikus kampus, para aktivis dakwah yang memiliki kapasitas untuk mengambil peran di badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan unit-unit kegiatan mahasiswa lainnya. Lini ketiga adalah lini ‘ilmi, dimana goals dari lini ini adalah mencetak sebanyak mungkin Dakwah Kampus Permanen (DKP).

Sensasi inspirasi dakwah kampus tidak sampai di situ saja, karena dakwah kampus sejatinya adalah dakwah yang bersifat original. Orisinalitas dakwah kampus tak perlu untuk diperdebatkan lagi, sebab dengan kembali kepada keaslian dakwah akan semakin memacu dan mengakselerasi menuju tujuan utama dari dakwah kampus itu sendiri. Dalam buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus yang ditulis oleh Ahmad Atian, setidaknya ada lima poin tentang back to originality. Kelima hal itu adalah Islam, Tarbiyah, Dakwah, Fiqih Dakwah, dan Manhaj Dakwah. Agar pemahaman kita semua semakin mendalam terkait kelima hal tersebut, penulis menganjurkan membaca buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus karya Ahmad Atian dan buku Fiqih Dakwah karya Al-Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz.

Dakwah kampus itu memang harus punya sensasi, mengapa harus punya sensasi? Karena sebagian besar objek dakwahnya adalah orang-orang yang tergolong usia produktif. Objek dakwah yang seperti ini membutuhkan cara berdakwah yang tidak biasa, cara yang penuh sensasi namun tetap dibatasi oleh syariat Islam. Sensasi yang membuat semua mata terpana, sensasi yang menggali dan menganalisa potensi kader dakwah, tentunya dengan mempelajari realitas kekinian. Sensasi bisa dalam bentuk prestasi, kreatifitas, sifat organisatoris, pantang menyerah, bertanggungjawab, dan menjadi teladan dalam perilaku. Sensasi prestasi hendaknya diwujudkan dalam kapasitas kader dakwah kampus yang mumpuni dalam bidang akademik. Minimal indeks prestasi kumulatif yang dimiliki seorang kader dakwah kampus menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Sensasi kreatifitas dapat diwujudkan dalam kreatifitas. Kader dakwah kampus yang kreatif, yang tak mudah menyerah, yang kreatif dalam memecahkan setiap persoalan. Sehingga dengan sensasi tersebut dakwah kampus mampu menjadi leading innovation dan trendsetter bagi lembaga-lembaga kemahasiswaan lainnya.

Dakwah kampus itu memang harus menjadi sensasi inspirasi, segala sensasi yang telah diciptakan hendaknya menjadi inspirasi bagi para objek dakwah, bagi orang-orang banyak. Sensasi inspirasi yang mampu menyentuh hati para objek dakwah, karena salah satu indikator keberhasilan dakwah kampus adalah tentang bagaimana menyentuh hati. Mengapa di awal-awal dakwah Rasulullah SAW, beliau tidak langsung menghancurkan patung-patung berhala? Rasulullah SAW tidak langsung mengubah kebiasaan-kebiasaan jahiliyah secara frontal? Karena Beliau sangat memhami bahwa dakwah adalah persoalan hati. Bagaimana caranya bisa menyentuh hati orang-orang agar kemudian hidayah yang datang dari Allah dengan diri kita yang menjadi penyebabnya, menggerakkan orang tersebut karena telah terpatri dalam hati.

Dakwah kampus itu sensasi inspirasi yang mampu menyentuh hati. Setelah menyentuh hati, maka muncul pola pikir yang baru. Karena ketika asal perubahannya dari hati, akan mengubah secara perlahan pola pikir manusia. Pola pikir yang tidak tercemari oleh paham kapitalis dan sosialis, cukup mengambil hal-hal baik dan penting dari kedua paham itu saja. Pola pikir yang telah tershibgah dengan shibgah yang paling baik. Shibgah manakah yang paling baik selain shibgah Allah? Pola pikir yang benar-benar meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa sumber dari segala sumber kebenaran adalah Islam. Pola pikir yang menentang segala macam bentuk nilai-nilai liberalisme yang membuat semua hal menjadi liberal, menjadi bebas sebebas-bebasnya, tidak lagi dibatasi oleh nilai-nilai moral dan etika, bebas dari nilai-nilai agama. Selanjutnya pola pikir para kader dakwah kampus akan mewujud nyata dalam perilaku sehari-harinya.

Dakwah kampus memang sensasi inspirasi yang telah menyentuh hati, mengubah pola pikir, lalu terwujud nyata dalam perilaku. Perilaku yang baik, menjadi teladan, akhlak yang baik, teladan di atas teladan mahasiswa –mahasiswi yang ada, teladan dalam perilaku adalah teladan yang optimal untuk merubah. Betapa bahagianya mereka para kader dakwah kampus dengan segala sensasi inspirasinya, yang mampu menginspirasi dan mengubah banyak orang. Contoh konkretnya adalah jilbab syar’i yang menjadi trend di kalangan perempuan, shalat berjamaah di Masjid yang perlahan menjadi kebiasaan civitas akademika. Itulah beberapa contoh sensasi inspirasi yang akan kita rumuskan, kita diskusikan, kemudian kita wujudkan bersama. Ingat, dakwah kampus adalah juga tentang pewarisan visi dan misi. Pewaris tugas mulia para Nabi dan Rasul.

Memang, sensasi inspirasi ini terlihat sangat ideal bila disandingkan dengan realitas kemasyarakatan yang ada. Tetapi, teruslah bergerak mengejar keidealan tersebut! Kapan lagi ada peluang untuk menjadi semakin baik kalau bukan sekarang? Sekali lagi karena perubahan adalah keniscayaan. Apa anda akan betah menjadi orang yang jauh dari Allah sampai akhir hayat? Waktunya bagi dakwah kampus untuk menjadi sensasi inspirasi bagi semua umat manusia, dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kampus, masyarakat, bangsa, dan negara.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mohamad Khaidir
Alumni Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, Penulis Lepas, Trainer Nasional Faktor Destruktif Remaja Kemenpora RI, Trainer Nasional Character Building Kemenpora RI, Aktif di KAPMEPI Sulawesi Selatan.

Lihat Juga

Ada Dakwah di Dalam Film End Game?

Figure
Organization