Topic
Home / Berita / Nasional / Naikkan Harga BBM, Jokowi Dinilai Gagal Pahami Hati Rakyat

Naikkan Harga BBM, Jokowi Dinilai Gagal Pahami Hati Rakyat

Juru Bicara PPI Mamun Murod Al Barbasy. (lensaindonesia)
Juru Bicara PPI Mamun Murod Al Barbasy. (lensaindonesia)

dakwatuna.com – Jakarta. Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menaikkan harga BBM bersubsidi. PPI menilai pemerintah gagal dalam memahami hati rakyat Indonesia.

“Kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan Jokowi cermin nyata dari ketakmampuan memahami hati rakyatnya,” kata Juru Bicara PPI Mamun Murod Al Barbasy, Selasa (18/11).

Dia menjelaskan, disaat negara lain sedang berlomba menurunkan harga kenaikkan BBM, Indonesia justru menaikkannya. “Kenaikan ini cermin Jokowi gagal pahami rakyatnya. BBM itu barang vital, ketika naik maka impactnya semua harga bakal naik,” tuturnya.

Kartu Sakti Jokowi yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dinilainya tak berarti dengan kenaikkan harga BBM bersubsidi ini.

“Jokowi saja suruh makan kartu-kartu itu. Rakyat tak butuh kartu-kartu itu,” cetusnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa kenaikan harga BBM ini tak lebih sebagai bentuk keberhasilan kaum neolib yang ada di sekitar Istana. “Neolib tentu sangat berkepentingan dengan naiknya harga BBM, sebab dengan demikian jualan mereka yang berupa pasar akan laku,” pungkasnya.

Diketahui, pemerintah Jokowi telah menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6500 per liter menjadi Rp8500 per liter, dan jenis solar dari Rp5500 per liter menjadi Rp7500 per liter, Senin (17/11) malam. Sejak kenaikkan itu diumumkan, kritikan kepada Presiden Jokowi terus berdatangan dari berbagai pihak. (sindo/abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Pemimpin adalah Cerminan Rakyat

Figure
Organization