Home / Berita / Daerah / Keyakinan Ahok Jakarta Tak Banjir Seharian Tidak Terbukti

Keyakinan Ahok Jakarta Tak Banjir Seharian Tidak Terbukti

Banjir Kampung Pulo (Liputan6.com/Johan Tallo)
Banjir Kampung Pulo (Liputan6.com/Johan Tallo)

dakwatuna.com – Jakarta. Musim penghujan kini kembali datang, warga Jakarta pun yang sudah menjadi langganan mulai bersiap menghadapi banjir. Tapi, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok justru meyakini, bahwa DKI Jakarta tidak akan tergenang banjir yang berkepanjangan seperti tahun-tahun yang lalu.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Kamis (13/11), Ahok sangat yakin DKI Jakarta tidak akan seharian dilanda banjir. Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi banjir. Upaya itu seperti normalisasi sungai waduk dan perbaikan pompa air.

“Sejauh ini oke walaupun ada yang beberapa mesin kita kecolongan tidak diperbaiki, tapi pembersihan sungai, pengerukan udah baik. Makanya banjir sekarang akan lebih baik daripada tahun lalu, kita gak akan mungkin lebih dari sehari banjir itu,” ucap Ahok.

Sementara masih dikutip dari liputan6.com, Jumat (14/11), baru saja membersihkan lumpur akibat banjir Kamis 13 November kemarin, para warga Kampung Pulo, Jakarta Timur harus kembali menerima kiriman luapan Kali Ciliwung pagi tadi. Kawasan ini masih masuk zona rawan banjir karena proyek normalisasi Kali Ciliwung yang pengerjaannya belum juga tuntas hingga hari ini.

Seorang perempuan yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, Een (52), mengaku rumahnya tergenang banjir sampai setinggi 1,5 meter. Een adalah warga RT 10 RW 3 di Kampung Pulo.

RW 3 di Kampung Pulo ini merupakan daerah yang paling parah menerima imbas luapan air sungai. Meski sudah berlangsung sejak Rabu (12/11), banjir di RW 3 masih meninggalkan genangan air. Bahkan, di beberapa rumah, air masih masuk ke rumah.

Ketiga RT di RW 3 yang masih mengalami banjir adalah RT 3, RT 10 dan RT 11. Maklum saja, ketiga RT tersebut terletak di posisi terendah di Kampung Pulo. Sedangkan RW 1 dan 2, memiliki letak yang lebih tinggi dibandingkan RW 3. Selain itu, RW 3 berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung.

“Kemarin ini, sudah satu setengah meter, surutnya kemarin sore,” kata Een, Warga RT 10 RW 3, Kampung Pulo, Kelurahan Kampung, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, seperti yang dilansir dari metrotvnews, Jumat (14/11).

Een berharap, agar Pemprov DKI Jakarta tidak menggusur rumahnya dan juga tidak mengumbar janji-janji manis kepada warga.

“Harepannye sih, Ahok enggak gusur rumah. Denger-denger sih gitu, mau digusur, mau diapa dari dulu. Dulu pas janji-janji ngomongnya banyak di depan,” tukas Een.

Menurut dia, pemerintah juga perlu mengecek kondisi di lokasi banjir di bantaran Sungai Ciliwung. Supaya tidak semena-mena jika melakukan penggusuran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengingatkan, bahwa puncak musim hujan terjadi pada Desember Januari dan Februari. Meski Ahok menjamin Jakarta tak akan banjir lama, namun BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

PKPU HI Serahkan Bantuan Makanan Untuk Korban Banjir Solok

Organization