Topic
Home / Narasi Islam / Sosial / Tarianku, Punyaku…

Tarianku, Punyaku…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Alessandro Sansoni)
Ilustrasi. (Alessandro Sansoni)

dakwatuna.com – Ratusan tarian tercipta di Indonesia, tapi tak banyak yang memahami makna dari tarian yang semestinya kita lestarikan dan kita kembangkan tarian ini pada kancah Internasional. Jangan sampai tarianku jadi tarianmu dan tarianmu jadi tarianku juga tarianmu.

Budaya Indonesia sangat tercium oleh kita ketika datang di suatu daerah yang memiliki adat dan istiadat sendiri. Baik dari rumah adat, upacara adat, tarian, makanan, dan sebagainya dapat kita rasakan di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Negara kita ini kaya, kaya akan kebudayaan, bahasa, dan kesatuannya. Maka dari itu slogan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya Berbeda-Beda Tapi Tetap Satu Jua.

Sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar, slogan itu sering kita lihat dan kita dengar. slogan ini ternyata memiliki makna yang begitu banyak. Indonesia adalah satu-satunya Negara yang memiliki 746 bahasa daerah menurut Pusat Bahasa Depdiknas. Namun, kita disatukan dengan 1 bahasa yaitu Bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah pengantar komunikasi antar daerah yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Tak hanya bahasa, tarian di Indonesia juga beragam, menurut penelitian tarian Indonesia ada sekitar 114. Bagaimana Indonesia tidak kaya akan budayanya? Coba seandainya salah satu tarian itu dapat ditaksir dengan uang, lalu tarian kita direbut dan diambil oleh Negara lain, rugi besar Negara kita.

Zaman sekarang banyak sekali tarian dari luar masuk ke Indonesia dan mendoktrin ratusan anak muda untuk mempelajari tarian tersebut. Padahal banyak tarian kita yang sangat beragam dan unik, tapi kita lebih memilih belajar tarian Negara luar. Bayangkan jika semua penerus bangsa mengikuti tarian-tarian yang tak perlu mereka budayakan, wah bisa kacau Negara kita. Sebagai masyarakat yang cinta Tanah Air, ada baiknya kita melestarikan semua kebudayaan yang ada di Indonesia ini.

Kita harus bangga karena banyak warga Negara Asing yang datang ke Indonesia hanya untuk belajar menari tarian dari Indonesia yang beragam, mereka juga mempelajari Bahasa Indonesia, dan mereka sangat suka dengan makanan asli Indonesia, semisal rendang, nasi goreng, sate, lontong, dan masih banyak lagi. Mereka bangga dengan Negara kita yang memiliki berbagai macam budaya dan masyarakat kita yang ramah dan santun menjadi contoh bagi mereka yang datang ke Indonesia.

Putar balik pikiran kita untuk budaya yang luas ini, jangan sampai Negara kita dijajah lagi oleh Negara lain. Jangan sampai Rasa Sayange kita menjadi Rasa Sayange Negara lain. Bukankah Negara kita adalah Negara yang begitu kreatif dengan berbagai macam keindahan alam jua. Dengan puluhan ribu pulau yang membentang begitu indah, posisi Negara yang berada di garis khatulistiwa ini adalah Negara kita, Indonesia.

Begitu nikmat karunia-Mu ya Allah, sehingga aku dapat lahir di Negara yang penuh keindahan dan keberagaman budaya. Masih banyak yang tidak sadar akan karunia Allah yang begitu banyak untuk Negara kita. Allah sudah memberikan porsi-porsi kehidupan pada kita, jangan pernah menyesal pernah lahir di Indonesia, karena Indonesia adalah Negara perjuangan yang dijunjung sampai titik darah penghabisan.

Sadar atau tidak pola pikir yang kebarat-baratan itu semakin merasuk ke dalam jiwa-jiwa muda yang tidak begitu paham mengenai kebudayaan kita yang beragam. Doktrin hebat melanda Negara kita, Negara yang satu dan tak dapat dipisahkan dengan cara apapun. Ucap syukur atas karunia yang telah ada saat ini, karena Allah sayang pada kita semua yang ingin mencintai Bangsa dan Negaranya.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta Program Studi Penerbitan (Jurnalistik) semester 3. Sangat gemar menulis.

Lihat Juga

Tahun 2019 Fauzi Bahar Ajak Generasimuda Untuk Bangun Ekonomi Sekuat Cina

Figure
Organization