Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati

Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati".
Cover buku “Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati”.

Judul Buku: Hidup Bahagia dan Berkah Tanpa Penyakit Hati
Penulis: Husain Suitaatmadja
Penerbit: P.T Elex Media Komputindo
Tahun: 2014
Tebal: 190 + xviii halaman
ISBN: 978-602-02-3949-1

dakwatuna.com – Desain cover berupa pemandangan sejuknya hamparan sawah yang luas, seolah menggambarkan isi dari buku ini yang mampu memberi kesejukan bagi pembacanya.

Betapa definisi bahagia masih terus dicari banyak orang, sehingga selalu menarik untuk dijadikan bahan tulisan. Termasuk tema yang ditawarkan buku ini, bercerita tentang apa itu bahagia, dan bagaimana cara meraih bahagia.

Bahagia adalah kata sifatnya sedang kata bendanya yaitu kebahagiaan . Dalam konsep bahagia kebanyakan orang, kebahagiaan bersifat temporal, karena bergantung dari sesuatu yang berada di luar manusia (eksternal), seperti kesuksesan, kekayaan, kedudukan tinggi, kesempurnaan fisik dan masih banyak lagi. Konsep bahagia seperti ini seringnya tidak permanen, karena bersumber dari luar manusia, saat sumbernya berkurang atau hilang, maka bahagianya pun ikut hilang lalu timbul stress (halaman 19).

Dalam konsep bahagia menurut syariat Islam, kebahagiaan tidak melulu bergantung dari faktor eksternal manusia, namun bersifat internal karena sumbernya berasal dari keimanan dalam diri , dan konsep bahagia seperti ini cenderung bersifat permanen (halaman 30).

Kaya hati adalah kekuasaan setiap manusia dalam mengelola hati. Demi meraih hati yang kaya, sebagai cikal bakal kebahagiaan hakiki manusia, maka diperlukan ketaatan dan kedisiplinannya dalam menjaga dan memeliharanya agar hati selalu sehat (halaman 41).

Berkah atau keberkahan menjadi salah satu komponen penting mencapai bahagia yang hakiki (halaman 45). Mengapa berkah harus diraih ? karena berkah mampu meningkatkan kenikmatan karunia yang ada. Saat karunia yang diraih dibungkus keberkahan, maka kebahagiaan yang dirasakan akan terasa lebih permanen. Berkah tidak selalu berhubungan dengan banyak atau sedikitnya karunia, namun berhubungan dengan menjadi makin dekat atau tidaknya kita kepada Allah akibat dari karunia yang sudah berhasil kita dapatkan itu (halaman 47).

Penulis bercerita juga tentang “Gerakan Hidup Berkah” dengan nilai-nilai utama yang disingkat AHLI SORGA (AHLI = Add Value, High Performer, Learn-grow-fun, integraty commiter, SORGA = Syar’ie,Optimis Visionary, Respect Others, Go Extra miles, Abundance-grateful), di mana dengan program tersebut bukan saja membuat bahagia yang diraih menjadi terasa lebih permanen, namun membuat muslimin yang mengamalkannya menjadi pribadi-pribadi yang unggul dan bersemangat meraih sukses tanpa merasa takut gagal (halaman 63).

Kunci sukses meraih bahagia yang hakiki yaitu saat seseorang mampu merawat hatinya supaya senantiasa sehat, dalam buku ini, penulis bercerita tentang beberapa penyakit hati yang harus dihindari. Empat penyakit hati yang umum dimiliki seseorang sehingga sanggup mencuri kebahagiaan yang ada, disingkat menjadi AIDS (Angkuh, Iri hati, Dengki, dan Sombong), (halaman 73). Selain 4 jenis penyakit hati itu, dibahas juga 50 jenis lebih penyakit hati lainnya.

Setelah merunut jenis-jenis penyakit hati, penulis juga memaparkan solusi penyembuhannya, di antaranya dengan 5 cara, seperti lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi Opick yaitu berjudul “Tombo Ati” terdiri dari membaca Al-Quran dan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan orang-orang shalih, memperbanyak berpuasa, memperpanjang dzikir malam (halaman 124).

Penulis juga memaparkan amalan Nabi Muhammad SAW dalam menghindari semua penyakit hati yaitu menjaga wudhu, tahajud, shalat berjamaah, tadabbur Al-Quran, shalat dhuha, puasa sunnah, sedekah (halaman 129). Selain mencontoh amalan Nabi Muhammad, penulis juga merunut sejumlah majelis pengajian yang banyak membantu memelihara kebersihan hati, yaitu manajemen qalbu Aa Gym, wisata hati Yusuf Mansur, Majelis dzikir Arifin Ilham, majelis jejak nabi Salim A Fillah, Fanpage sucikan hati dari penyakit hati.

Pada bagian akhir buku ini penulis mengajak pembaca untuk berkontemplasi, memaknai kembali tentang pentingnya meraih keberkahan hidup supaya tercapai kebahagiaan yang hakiki, di mana semua itu hanya bisa didapat dari sukses tidaknya seseorang dalam menjaga hati.

Sebuah buku yang layak dibaca, karena dengan hidup bahagia dan berkah tanpa penyakit hati, maka kebahagiaan hakiki lebih mudah diraih.

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Ibu rumah tangga dengan pendidikan terakhir sarjana Biologi, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Lihat Juga

Guru yang Berhati Guru