Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ayo, Menikah Muda

Ayo, Menikah Muda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Saat 3 tahun yang lalu tepatnya pada bulan Juli 2011, sesaat setelah lulus sidang S1 dan mempersiapkan kelanjutan pendidikan S2 di luar negeri, salah satu rencana hidup yang paling diingat saat itu adalah menikah. Namun, rencana menikah tersebut ditargetkan setelah selesai studi S3. Jalan pikiran waktu itu masih terbingkai bahwa untuk menikah harus mempersiapkan banyak hal dimulai dari kesiapan mental, materi, dll. Salah satu yang terbayang dulu bahwa kalau mau nikah harus siap bekal materi sekian rupiah, untuk beli ini beli itu. Anggapan saya lainnya adalah jangan menikah ditengah studi, supaya lebih tenang dan tidak terbengkalai, dst.

Lingkungan yang baru di Jepang banyak memberikan pemahaman baru. Salah satunya dari kakak-kakak pasangan muda. Beberapa di antara mereka sangat memberikan sebuah inspirasi tentang pentingnya untuk menikah muda. Banyak cerita yang “katanya” menikah muda kisaran usia 20-24 tahun itu asik dan super sekali.

Setelah akhir tahun lalu, akhirnya memantapkan niat serta mengubah waktu rencana menikah. Alhamdulillah , pada tanggal 12 April 2014 lalu, Allah meridhai untuk bisa belajar merasakan petualangan kehidupan baru ini. Meskipun pernikahan baru berumur 3 bulan, tetapi sangat bersyukur sekali dengan manfaat-manfaat yang ada, dan yang paling terasa adalah ketenangan dan ketentraman hati serta pikiran. Subhanallah, sangat pas sekali dengan Firman Allah pada surah Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Ketenangan yang hadir saat pasangan mengingatkan untuk beribadah tepat waktu dan secara berjamaah.. Ketenangan yang mampu menyirnakan segala penat setelah seharian berjuang dengan data lab dan target-target penelitian.. Ketenangan yang mampu mendinginkan ketika panas hati, pikiran maupun cuaca dimusim panas ini.

Dan sungguh janji Allah itu pasti, bahwa menikah adalah salah satu jalan terhebat untuk menjemput rezeki kita seperti Firman Allah surah An-Nuur ayat 32. Tentu dibarengi dengan usaha, menikah akan membuka pintu-pintu rezeki baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Jika pertanyaan berikutnya yang sering muncul; ini sudah berjuang tapi belum ketemu. Mungkin hal dasar yang perlu kita renungkan kembali yaitu seberapa besar usaha dan seberapa banyak doa untuk menjemput jodoh kita.

Insya Allah, menikah adalah salah satu pintu yang luar biasa yang mampu mengubah “sesuatu yang sebelumnya” haram menjadi halal bahkan bernilai ibadah, dan cara terbaik meraih rezeki serta ketenangan hidup.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Mahasiswa S3 jurusan Nanoteknologi, Insan LPDP.

Lihat Juga

Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK

Figure
Organization