Topic
Home / Berita / Nasional / Kiai Nuril: Jokowi Tidak Pantas Memungut Uang Rakyat Demi Menjadi Presiden

Kiai Nuril: Jokowi Tidak Pantas Memungut Uang Rakyat Demi Menjadi Presiden

Relawan Jokowi meminta sumbangan di jalan (merdeka.com)
Relawan Jokowi meminta sumbangan di jalan (merdeka.com)

dakwatuna.com – Semarang. Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah Soko Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin, mengkritik cara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla membiayai kampanye pada Pemilihan Presiden 2014.

Menurut Kiai Nuril, Jokowi-JK yang membuka rekening bank demi mendapat saweran uang dari rakyat merupakan perbuatan yang tidak sepantasnya.

“Jokowi memamerkan bisa memungut uang dari rakyat. Ini memalukan, ini kan ketamakan luar biasa,” kata Kiai Nuril, di pondok pesantrennya, Rabu (18/6/2014) malam, sebagaimana diberitakan Okezone (19/6/2014).

Tidak seharusnya memungut uang rakyat karena masih banyak rakyat miskin dan tidak punya rumah, sementara uang tersebut digunakan untuk kampanye dan mengejar jabatan, lanjutnya.

“Banyak masjid yang belum jadi, banyak gereja yang belum jadi, banyak rakyat yang tidak punya rumah, miskin. Tapi ini dikolektifkan duitnya untuk mencalonkan diri jadi pemimpin,” ujar Kiai Nuril menambahkan.

Kiai Nuril menegaskan dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sebenarnya punya dana untuk kampanye tanpa mengutip uang dari rakyat.

“Pihak Jokowi gunakan uang, Prabowo menggunakan uang. Saya tidak yakin Jokowi menang Indonesia jadi lebih baik, saya kurang yakin Mas Prabowo menang bisa menghandle koalisi dengan bagus,” ungkap pendiri Gusdurian se-Nusantara tersebut.

Di sisi lain, menurut Kiai Nuril, media televisi terutama yang mendukung Prabowo dan Jokowi, membuat kesan seakan-akan Indonesia bakal binasa apabila tidak dipimpin mereka.

“Metro TV dan TV One sudah memihak dan cara menyiarkannya sangat bertentangan dengan pers Pancasila. Kalau Jokowi atau Prabowo tidak jadi seolah-olah Indonesia kiamat,” ungkap Kiai Nuril.

Sebagai pribadi, Kiai Nuril mengaku lebih condong memilih Prabowo. Alasannya karena Prabowo adalah sahabat mendiang Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh NU paling berpengaruh.

“Saya juga sahabat Gus Dur, Mas Prabowo juga. Pilihan pribadi saya Prabowo. Santri silakan milih siapa saya tidak urusan,” tegasnya. (okezone/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Keikhlasan Dalan Kerja Dakwah

Figure
Organization