Topic
Home / Berita / Nasional / Staf Khusus Presiden: Jokowi Harus Dipolisikan

Staf Khusus Presiden: Jokowi Harus Dipolisikan

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief.  (tempo.co)
Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief. (tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta. Pernyataan anggota Tim Hukum Kampanye Nasional Jokowi-JK, Firman Jaya Daeli soal pelaporan pemimpin redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Boediono ke kepolisian mendapat tanggapan keras dari Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief.

Kalau mau objektif, menurut Andi Arief, yang perlu dipolisikan itu, pertama, pernyataan Jokowi pada September 2012 yang menyatakan akan memimpin Jakarta selama lima tahun.

“Ketika dilantik berada di bawah sumpah agama Islam dan Kristen bersama Ahok ketika dilantik Mendagri,” imbuhnya.

“Belum berkuasa saja sudah main polisi-polisian. Apa karena Sate Senayan-gate?” katanya, Jakarta, Sabtu (14/9/2014) dikutip dari inilahcom.

Sate Senayan-gate yang disebut Andi itu merujuk pada kasus pertemuan antara anggota tim hukum Jokowi, Trimedya Panjaitan dengan perwira tinggi Polri Komjen Budi Gunawan dan anggota Komisi Pemilihan Umum Hadar Gumay pada Sabtu malam pekan lalu.

Selain itu, yang perlu dipolisikan adalah mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, terkait pernyataannya dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK

Figure
Organization