Topic
Home / Berita / Daerah / Kepsek ini Menangis Mengetahui 93 Persen Siswanya Pernah Nonton Film Porno

Kepsek ini Menangis Mengetahui 93 Persen Siswanya Pernah Nonton Film Porno

Anak-anak sedang mengakses Internet di tempat umum (inet).  (viva.co.id)
Anak-anak sedang mengakses Internet di tempat umum (inet). (viva.co.id)

dakwatuna.com – Purwokerto. Rasanya miris melihat kondisi anak-anak siswa SMP sekarang ini. Di SMP Negeri 5 Purwokerto, hasil program semi-hypnoterapi yang dilakukan di aula sekolah setempat, Senin (26/5), mendapati sebanyak 93 persen siswa kelas 7 atau kelas 1 SMP, sudah pernah menonton film porno.

Dari 238 siswa kelas 7 yang menjalani semi-hypnoterapi, ada sebanyak 221 siswa di antaranya yang mengaku pernah menonton film porno. Bahkan sebagian mengaku menonton berkali-kali melalui hand phone secara beramai-ramai.

Bahkan yang lebih mencengangkan, mereka yang sudah pernah menonton film porno tidak hanya siswa laki-laki saja. Tapi juga dari kalangan siswa perempuan.

Salah seorang siswa, Firman, saat melaksanakan semi hypnoterapi tersebut mengaku sudah pernah nonton filem porno tiga kali karena diajak teman-temannya. ”Salah seorang teman saya mengajak nonton film porno di rumahnya,” kata Firman.

Dia bersama beberapa anak diajak  menonton film porno melalui internet di rumah  rekannya. Mereka melihat secara  beramai-ramai. Awalnya takut, tetapi kemudian mengaku sudah menonton sampai tiga kali.

Jawaban yang tidak terduga tersebut, tak pelak membuat para guru terkejut. Bahkan Kepala Sekolah SMP 5 Sulistianingsih, langsung menangis mengetahui kondisi tersebut. ”Mereka baru kelas 7, baru lulus SD tetapi tontonannya video porno, apalagi sampai beberapa kali. Ini benar-benar sudah di luar dugaan kami,” katanya.

Program semi-hypnoterapi, menurut Sulistianingsih, awalnya dilakukan hanya sebagai langkah preventif. Namun di luar dugaan, pengakuan para siswa kelas 7 SMP ini ternyata tidak jauh dengan yang dialami kelas menengah lain.  Dikhawatirkan tayangan tersebut bakal berdampak  pada prestasi anak didiknya.

Terkait temuan ini, Sulistianingsih menyatakan, pihak sekolah akan melakukan koordinasi dengan orang tua dan memohon kerja sama untuk mengatasi persoalan ini. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rumah Zakat Gelar Indonesia Mewarnai ke-2 di Pulau Kelapa

Figure
Organization