Dalam Diam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kepada Allah Swt, Dzat Yang Maha membolak-balikan hati. Engkau adalah Dzat Yang Mahatahu bahkan Engkau tahu apa yang belum kami ingin tahu.

Benar saja ketika orientasi pertama seorang manusia adalah tentang niatnya. Dan tentang niat hanya akan terasa oleh diri sendiri jauh dalam lubuk hati. Hati yang tersimpan rapi dan tenang menusuk jauh menembus ruang-ruang kegelapan. Namun dalam kepekatan ruang, hati itu bercayaha atas apa yang ada dialaminya. Namun, siapa yang mampu melihatnya? Hanya sang tuan dan Tuhannya.

Cinta adalah anugrah. Susah, sedih, luka atau bahagianya, semua akan mudah terbang ketika cinta datang. Datangnya halus dan lembut seperti sutra yang tersusun dari pola dan makna. Cinta datang atas dasar fitrah manusia yang mempunyai perasaan dalam hatinya. Ketika cinta itu datang, siapa manusia yang akan menolaknya? Karena kelembutannyalah banyak orang bertekuk lutut terhadap cinta. Karena indahnyalah setiap orang tersibak dalam aroma bunga.

Ketika cinta itu datang, apa yang bisa kita lakukan? Cinta adalah sebuah perasaan. Perasaan kenyamaan yang selau datang ketika sang cinta datang. Namun, cinta itu bukan baitan frasa yang dapat terlihat. Dia adalah makna kata yang bisa terasa.

Ketika cinta itu datang, rasakanlah dalam kesendirianmu. Biarkan ia bermain-main hanya dalam hatimu. Tak perlulah membuatnya menjadi nyata. Kecuali engaku sudah siap untuk mempertemukannya.

Dalam diam ini, cinta kunikamati. Dalam kekagumanku, kubiarkan engkau mekar. Tanpa ada satu orangpun yang akan tau betapa indahnya cahaya dalam hati ini. Biarlah cinta tetap kunikmati sendiri. Hingga saatnya nanti, dia menjawab atas dasar apa dia hadir dalam kedalaman hati.

Advertisements

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Sesuci Cinta Fatimah dan Ali