Home / Berita / Internasional / Asia / Ulama Irak: Tuntutan Perbaikan Dibalas dengan Pembantaian

Ulama Irak: Tuntutan Perbaikan Dibalas dengan Pembantaian

Perdana menteri Irak, Nuri Al-Maliki (Reuters Picture)
Perdana menteri Irak, Nuri Al-Maliki (Reuters Picture)

dakwatuna.com – Baghdad. Majelis Ulama Irak menekankan bahwa yang terjadi di berbagai provinsi di Irak, terutama Anbar, Nainawa, dan Diyala, adalah sebuah pembantaian massal yang dilakukan oleh pemerintah Nuri Al-Maliki. Dalam pembantaian itu digunakan berbagai persenjataan berat dan menengah. Demikian seperti dilansir dalam Al-Muslim, Rabu (9/4/2014) kemarin.

Sekjen Majelis Ulama Irak, Dr. Harits Dhari, menyatakan bahwa seluruh dunia mengetahui bagaimana kondisi Irak saat ini setelah penjajahan Amerika yang dilakukan sepuluh tahun silam. Saat ini Irak menempati peringkat ke-6 dalam urutan negara yang paling korup di dunia; dan peringkat ke-171 dalam hal transparansi. Sebanyak 6 juta dari 33 juta penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Karena kondisi politik yang gagal dan masa depan yang tidak menentu inilah, rakyat Irak berdemonstrasi secara damai untuk menuntut perubahan terhadap kondisi buruk peninggalan penjajahan Amerika. Para demonstran menyatakan bahwa hanya perubahan menyeluruh yang bisa mendatangkan perbaikan pada kondisi ini. Namun pemerintah Al-Maliki menanggapinya dengan kekuatan senjata.

Karena itulah, Dhari mengingatkan seluruh rakyat Irak untuk berhati-hati terhadap rencana-rencana jahat yang ingin memanfaatkan masalah ini. Jangan sampai Irak terjebak pada perang antar kelompok dan ras, tapi juga jangan mengandalkan proses politik yang sering kali hanya akan menyebabkan kezhaliman, penumpahan darah, dan pencurian aset negara. (mas/dakwatuna/almoslim)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Walikota di Belanda Bubarkan Demonstrasi Anti-Islam

Organization