Home / Berita / Daerah / Apakah Banjir Jakarta Akan Ungkap Tabir Kualitas Jokowi?

Apakah Banjir Jakarta Akan Ungkap Tabir Kualitas Jokowi?

Salah satu ruas jalan yang terendam banjir (Foto: merdeka.com)
Salah satu ruas jalan yang terendam banjir (Foto: merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Kualitas kepemimpinan seseorang dapat diuji ketika kondisi krisis terjadi. Begitu pula yang terjadi pada diri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kualitas kepemimpinan kader PDI Perjuangan itu dapat terungkap saat menangani banjir di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bukan kali pertama menghadapi banjir di Ibukota. Di awal kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Jokowi juga menghadapi banjir.

Saat itu, memunculkan aksi yang membuat publik kagum, di antaranya mengawal langsung rehabilitasi tanggul di Jalan Latuharihary Jakarta Pusat. Lebih dari itu, Jokowi juga melongok gorong-gorong di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Saat itu, berbagai ide ambisius muncul untuk mengatasi banjir Jakarta seperti pembangunan deep tunnel hingga pembuatan sodetan kali Ciliwung. Namun, setahun berjalan, ide itu hanya menjadi angan. Sikap heroisme Jokowi masuk gorong-gorong setahun lalu hanya menjadi kliping media saja, tidak lebih.

Kini, justru sikap Jokowi yang dinilai tidak elegant dalam menyikapi banjir Jakarta. Sikap menyalahkan para gubernur pendahulunya, jelas sikap yang tidak fair dan elegant. Ketua DPR Marzuki Alie menyayangkan sikap Jokowi yang menyalahkan para seniornya.

“Masalah banjir ini masalah kita bersama, makanya Pak Jokowi ini untuk bekerja saja tidak menyalahkan pendahulu atau siapa-siapa, seperti Pak Sutiyoso tidak bekerja ini kan atau yang lainnya,” ujar Marzuki di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Marzuki pun meminta agar semua pihak dapat duduk bersama mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya. Kerja sama seluruh stakeholder dapat menjadi solusi dalam penanganan banjir. “Sudahlah kita kerja sama-sama, kita koordinasi bagaimana menyelesaikan banjir dengan baik. Tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan. Jangan merasa hanya kita yang bisa, tidak mungkin,” cetus Marzuki.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah. Melalui akun twitternya @fahrihamzah, menilai sejak awal Jokowi salah langkah dalam menangani banjir di Jakarta. “#JakartaBanjir ini adalah pemandangan rutin. Maka cara menyelesaikannya dengan jadwal dan dana sudah jelas harusnya.

“Master plan dan studi yang sudah dilakukan oleh para gubernur sebelumnya seharusnya tinggal dieksekusi. Tapi kita tahu bahwa persoalan Ibu kota takkan mungkin diselesaikan sepihak. Ibukota adalah ibu kita semua. Mereka salah langkah sejak awal,” tulis Fahri.

Seperti diketahui saat banjir menerjang Jakarta pekan lalu, Jokowi beralibi dirinya baru setahun memimpin Jakarta. Ia justru menyalahkan gubernur-gubernur sebelumnya. “Saya baru setahun, yang 20 tahun yang 30 tahun memimpin Jakarta sudah apa?” kata Jokowi, Minggu (12/1/2013).

Banjir Jakarta pada akhirnya secara alamiah akan mengungkap tabir kualitas kepemimpinan seseorang. Kondisi krisis seperti saat ini menjadi ujian nyata Jokowi apakah mampu mengatasi banjir dengan menggerakkan birokrasi di bawahnya. Yang pasti, kesan gagap dan kaget dalam merespon banjir Jakarta tampaknya jauh lebih dominan.

Yang pasti warga Jakarta masih menunggu aksi nyata Jokowi dalam menanggulangi banjir yang menjadi langganan di Ibu kota ini. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PKPU HI Serahkan Bantuan Makanan Untuk Korban Banjir Solok

Organization