Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Surat untuk Marwah, Mahasiswi yang Digelandang Polisi Tanpa Hormat

Surat untuk Marwah, Mahasiswi yang Digelandang Polisi Tanpa Hormat

Marwah saat digelandang polisi di kampusnya (egyptwindow)
Marwah saat digelandang polisi di kampusnya (egyptwindow)

dakwatuna.com – Kairo. Seorang mahasiswi Universitas Al-Azhar ditangkap polisi penguasa kudeta dari dalam kampusnya dengan cara yang tidak menghormati perempuan, Senin (30/12/2013). Foto penangkapan itu menggemparkan dunia maya di dunia. Seseorang bernama Syuruq Muhammad, yang mengenalnya secara pribadi, menuliskan sebuah surat terbuka untuknya. Inilah surat beliau untuk Marwah:

“Dia anak kecil, atau sudah dewasa?

Aku selalu memperhatikannya dari jauh, dan aku selalu heran dengan dengan kepribadiannya. Dia masih kecil, tapi sudah bisa mengawasi anak-anak lain yang sedang bermain dan bercanda.

Dia benar-benar anak perempuan yang sudah dewasa. Dia tidak pernah meninggalkan pekerjaan-pekerjaan rumah, membantu mengurusi adik-adiknya. Atau kalau tidak begitu, dia pasti sibuk membaca buku-buku pelajaran dan membaca Al-Qur’an. Bicara tetang hafalan Al-Qur’an, dia telah menyelesaikannya sejak masih kecil. Acara khataman hafalannya diadakan di masjid agung dengan suasana yang meriah.

Dia tidak pernah jemu dalam mencari ilmu. Kalau bertemu dengan orang yang bisa mengajarinya sesuatu, pasti dia akan sungguh-sungguh memperhatikan. Bagaimana tidak, dia lahir dari keluarga ilmu. Kakeknya adalah Syeikh Muhammad Farid, seorang syeikh yang majelisnya tidak pernah sepi dari para murid dan orang-orang yang datang membawa masalah untuk dipecahkan.

Syeikh Muhammad Farid adalah orang yang bertakwa, selalu saja ada orang mendatanginya untuk meminta tolong. Orang yang butuh bantuan akan dibantu; orang yang terdhalimi akan didampingi untuk mendapatkan haknya.

Sekarang musibah itu terjadi pada keluarganya sendiri. Terjadi pada orang yang sangat dikasihi dalam keluarga ini. Marwah, yang masih kecil umurnya, tapi besar akhlak, agama dan ilmunya.

Wahai Marwah, kemarin engkau baru saja bermain dengan anak-anakku. Sekarang engkau dipukuli, digelandang, dicekik dengan cara yang demikian menghinakan. Hasbunallahu wa Ni’mal Wakil.

Celakalah orang yang telah kehilangan kejantanannya dengan menyakiti perempuan sangat mulia ini.

Celakalah orang yang telah kehilangan kemuliaannya dengan menyakiti perempuan sangat suci ini.

Celakalah orang yang telah memukuli, menendang dan menggelandang anak putriku ini dengan cara seperti ini.

Hinalah Mesir, yang telah membiarkan anak-anak perempuannya dihinakan. Sedangkan engkau wahai Marwah, in sya’a Allah, engkau adalah pilihan Allah swt. Dia akan menganugerahkan mahkota kepadamu, yang akan membuat bangga keluarga besarmu, membuat bangga anak-anak perempuan di negerimu. Kemuliaanmu akan segera diketahui banyak orang.. padahal sebelumnya engkau menyembunyikannya.

Engkau akan segera bebas, setelah kudeta zhalim ini jatuh, setelah orang-orang jahat ini minggir dari pentas. Engkau akan mendapatkan pertolongan agung dari Allah swt. (msa/dakwatuna/egyptwindow)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Penasehat Erdogan Tegaskan Turki bukan Ikhwanul Muslimin

Figure
Organization