Home / Berita / Daerah / Klarifikasi Atas Konflik Pemira di Universitas Mulawarman

Klarifikasi Atas Konflik Pemira di Universitas Mulawarman

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Universitas Mulawarman (foto: Inet)
Universitas Mulawarman (foto: Inet)

dakwatuna.com – Samarinda. Adanya kabar yang disebarkan oleh salah satu media Islam online tentang konflik SARA yang terjadi di Universitas Mulawarman adalah tidak benar.

Saat ini, Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman sedang melangsungkan Pemilihan Raya Presiden dan Wakil Presiden BEM, dan yang terjadi adalah murni konflik antar mahasiswa. Berikut kronologis sebenarnya:

Sehari sebelum pemilihan raya berlangsung, sekelompok mahasiswa dari salah satu fakultas mengadakan konsolidasi untuk mengadakan aksi penolakan Pemira karena dianggap tidak mewakili mahasiswa. Pada senin malam (9/12), tepatnya pukul 9, bahkan sempat terjadi pengrusakan atribut sosialiasi pemira.

Sekelompok mahasiswa tersebut tersulut emosinya dikarenakan atribut yang hendak mereka gunakan dalam aksi penolakan pemira mendadak hilang tanpa diketahui siapa pelakunya. Selasa (10/12) pukul 10 pagi terjadi pembakaran kotak suara di salah satu fakultas.

Mereka lantas mengadakan konvoi ke seluruh fakultas untuk menggalang dukungan, namun lembaga – lembaga fakultas yang mereka hampiri menolak bergabung.

Konfik mulai memanas ketika sekelompok mahasiswa ini mengadakan dialog dengan pihak penyelenggara Pemira di FTIKOM yang di fasilitasi oleh Pembantu Rektor III. Tanpa disangka-sangka, kelompok mahasiswa lain datang dan langsung melakukan aksi anarkis yang berujung pada jatuhnya 5 orang korban. Kelompok kedua ini juga berhasil membawa kotak suara di FTIKOM setelah Pembantu Rektor III gagal menengahi.

Informasi dari narasumber, kelompok kedua ini kemudian bergabung dengan kelompok mahasiswa pertama.

Konflik tidak berhenti sampai di situ. Kawan-kawan dari pihak korban awalnya berencana meminta pertanggungjawaban namun berakhir pada kesalahpahaman. Mereka dianggap akan melakukan serangan balasan. Aksi lempar batu pun tidak terelakkan.

Bahwa terjadi bentrok antar mahasiswa memang benar, tapi tidak ada unsur SARA apalagi sampai terjadi pengrusakan tempat ibadah oleh oknum tertentu.

Sampai berita ini diturunkan, proses Pemilihan Raya masih berlangsung dan pihak yang sedang bertikai sedang berupaya untuk menyelesaikan konflik ini secara damai. (ded/dakwatuna)

 

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

Warga Sipil Suriah Meminta Turki Membuat Zona Penyangga di Idlib