Topic
Home / Berita / Nasional / MUI: Bagi-bagi Kondom sama dengan Memberi Alat untuk Berzina

MUI: Bagi-bagi Kondom sama dengan Memberi Alat untuk Berzina

Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen (Foto ROL)
Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen (Foto ROL)

dakwatuna.com – Jakarta. Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen geram mendengar program terbaru Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi pada 1-7 Desember 2013, yakni membagi-bagikan kondom gratis kepada para pemuda yang belum menikah.

Pembagian kondom gratis bertajuk Pekan Kondom Nasional itu digelar dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. Selain untuk memberikan edukasi, program kegiatan ini juga akan memberikan kondom secara gratis pada anak muda.

Menurutnya, program tersebut meresahkan dan menyakiti hati umat Islam karena tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Ia menyebut program tersebut justru menjurus pada pembolehan melakukan perzinahan.

Tengku mengatakan, Menkes memang banyak melakukan program kontroversial, yang tidak sesuai dengan pandangan umat Islam. Sebelumnya, Menkes sengaja menantang umat Islam, yaitu dengan membuat gerakan menolak sertifikasi obat halal dan membuat gerakan menghapuskan khitan atas wanita. “Padahal itu merupakan hak umat Islam,” ujarnya, Senin (2/12).

Menurut Tengku, program membagi-bagikan kondom adalah niat terselubung yakni membolehkan pemuda melakukan perzinahan. “Bagaimana tidak? Orang yang tidak beristeri diberi kondom. Bukankah ini sama dengan memberikan alat untuk berzina?” ujarnya geram.

Ditegaskan Tengku, sial betul negeri ini jika dana masyarakat dipakai untuk menjerumuskan para pemuda penerus bangsa ke dalam dunia perzinahan. Ia berujar, DPR RI atau Presiden harus memanggil Menkes mempertanggungjawabkan dana APBN yang dipakainya serta prosedur yang dipakai apa sudah sesuai dengan mekanisme pengeluaran belanja negara. (rol/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

At-Tabrani Islamic Center Pekanbaru Selenggarakan Kajian Menolak Perayaan Hari Valentine

Figure
Organization