Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Tahanan Terkecil Ini Menceritakan 30 Jam Penahanannya

Tahanan Terkecil Ini Menceritakan 30 Jam Penahanannya

Fathima Atha (6 tahun), sudah menjadi korban kejahatan kudeta Mesir (fj-p)
Fathima Atha (6 tahun), sudah menjadi korban kejahatan kudeta Mesir (fj-p)

dakwatuna.com – Kairo. Para aktivis media sosial facebook dan twitter sedang banyak menyebarkan salinan wawancara antara kantor berita Anatolia dengan Fathimah Atha (6 tahun), tahanan terkecil yang selama 30 jam ditahan penguasa kudeta di Mesir.

Fathimah menceritakan bahwa dirinya bersama keluarga sedang dalam perjalanan menuju tempat demonstrasi untuk menentang kudeta militer dan mendukung Presiden Mursi, pada hari Senin (9/9/2013) yang lalu. Di tengah jalan, tepatnya di pos Tajammu’ Khamis, mereka dihentikan polisi. Karena didapati membawa lambang R4BIA berwarna kuning, mereka pun akhirnya ditangkap dan ditahan sebelum akhirnya dilimpahkan kepada kejaksaan.

“Mereka menarik supir dan mama, di depan mata kami. Yang bisa kami ucapkan hanyalah Hasbunallah Wani’mal wakil,” demikian ceritanya. Dengan wajah lugu layaknya anak-anak, dia berkata, “Aku nggak takut kok. Besok-besok mau ikut demo lagi. Sampai Presiden Mursi kembali. Ditembak juga nggak apa-apa. Kita mati syahid.”

Memang karena masih terlalu kecil, kejaksanaan membedakan Fathimah, tidak diperiksa seperti yang lain (ibunya, abangnya/Abdurrahman, dua orang kakak perempuannya, temen ibunya beserta anaknya, supir dan ibunya). Tapi nama Fathimah tercantum juga dalam daftar nama berita acara sebagai seorang “tersangka” bersama abangnya juga (Abdurrahman) yang masih berusia 12 tahun.

Setelah pemberitaan yang cukup sering di televisi Aljazeera, rombongan keluarga ini pun dibebaskan, setelah sempat ditahan 30 jam. (msa/dakwatuna/fj-p)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Cerita Arah Baru Turki

Figure
Organization