Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Sampai Kapan As-Sisi Menghirup Udara Bebas?

Sampai Kapan As-Sisi Menghirup Udara Bebas?

As-Sisi, menteri pertahanan Mesir
As-Sisi, menteri pertahanan Mesir

dakwatuna.com – Kairo. Seorang peneliti Palestina, Mukmin Basiso, menulis sebuah artikel di Aljazeera.net berjudul “Kapan As-Sisi Diadili?” Berikut cuplikannya.

Apakah ada orang yang bisa merancang bagaimana skenario menyelamatkan As-Sisi dan koleganya dari jerat hukum? Di bawah kekuasaan merekalah pembantaian mengerikan dan dilakukan dengan tangan dingin di Mesir.

Mungkin tidak ada orang yang berani membayangkan bagaimana mengerikannya peristiwa di Mesir yang mengguncang dunia itu. Ribuan mayat bergelimpangan di jalan-jalan; penembakan acak yang bisa mengenai siapa saja; penembakan sniper yang mengincar awak media; gas beracun; gas air mata; peluru dan berluncuran dari pesawat helicopter; tenda-tenda yang dibakar beserta isinya; rumah sakit penuh pasien yang dibakar; mayat-mayat yang gosong; tuduhan keji kepada pembela demokrasi bahwa mereka yang melakukannya sehingga menyusullah aksi-aksi penangkapan; dan lain sebagainya.

Kalau semua kekejian dihadapkan kepada hukum internasional dan juga International Humanitarian Law (IHL), maka jelas akan masuk kategori kejahatan perang, kejahatan pembunuhan massal, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Telah cukup bukti untuk bisa menjerat para pimpinan kudeta. Selain bukti, media dan seluruh rakyat juga menyaksikan bagaimana pernyataan dan instruksi As-Sisi beserta koleganya yang berakibat terjadinya aksi-aksi kekerasan, perusakan dan pembunuhan dalam upaya membubarkan demonstrasi.

Kejahatan penguasa kudeta tidak bisa disembunyikan lagi. Karena para pelaksana aksi mereka pun tidak berusaha menyembunyikannya. Dokumentasi media dan lembaga HAM sudah tidak bisa lagi dipungkiri. (msa/dkw/aljazeera)

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PBB: Kematian Mursi Harus Diselidiki Secara Independen

Figure
Organization