Home / Berita / Nasional / ‘Melompat-Lompat’ Ala Jokowi-Ahok Tidak Bagus dalam Pendidikan Politik

‘Melompat-Lompat’ Ala Jokowi-Ahok Tidak Bagus dalam Pendidikan Politik

Pasangan Jokowi-Ahok yang diusung oleh PDIP dan Partai Gerindra. (Antara/Yudhi Mahatma)

dakwatuna.com – Jakarta. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menilai calon Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi seharusnya menuntaskan terlebih dahulu kerjanya sebagai Walikota Solo.

“Sebenarnya Jokowi adalah tokoh yang sangat potensial tapi akan jauh lebih bagus bagi beliau untuk menyelesaikan dulu tugasnya di Solo. Ini akan menjadi preseden yang tidak bagus,” kritik Anis di Jakarta, Selasa (14/8/2012).

Anis juga menilai hal yang sama terjadi kepada cawagub Jokowi yaitu Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Pada saat menjabat Bupati Belitung Timur, Ahok justru maju mencalonkan diri menjadi gubernur. Setelah gagal, Ahok justru masuk di Dewan Perwakilan Rakyat.

“Ahok juga tidak menyelesaikan tugasnya. Ini tidak bagus. Setiap pemimpin politik mesti berorientasi pada legacy, ada sesuatu yang dia wariskan. Dia harus berorientasi kesitu bukan pada jabatannya,” pinta Wakil Ketua DPR ini.

Anis menjelaskan ‘melompat-lompat’ seperti yang dilakukan Jokowi dan Ahok tidak bagus sebagai pendidikan politik. PKS memutuskan mendukung pasangan incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam putaran kedua Pemilukada DKI.

“Dia (Jokowi) tuntaskan dulu tugasnya toh masih muda juga. Gak perlu buru-burulah orang juga tahu prestasinya secara nasional. Itu pertimbangan kita. Pola ini tidak bagus bagi pendidikan politik masyarakat,” katanya. (bar/inilah)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (58 votes, average: 7,52 out of 5)
Loading...
Avatar
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rusia: Turki Maju sejak Erdogan Memimpin

Organization